Lagi Trading GBP/USD, Cek Dulu Prediksi Bank Ini Biar Cuan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
22 April 2021 16:53
Ilustrasi Poundsterling Inggris (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Poundsterling Inggris (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar poundsterling melawan dolar Amerika Serikat (AS) atau yang disimbolkan GBP/USD, melemah pada perdagangan Kamis (22/4/2021).

Selasa lalu, mata uang Negeri Ratu Elizabeth ini mencapai level tertinggi 1 bulan US$ 1,3992, tetapi setelahnya berbalik turun. Penurunan poundsterling diperkirakan masih akan berlanjut di sisa bulan ini.

Pukul 15:54 WIB, GBP 1 setara US$ 1,3903, poundsterling melemah 0,19% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Serangkaian data dari AS yang dirilis cukup bagus membuat dolar AS mampu bangkit dan menekan poundsterling 3 hari terakhir.

Pada pekan yang berakhir 16 April 2021, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Negeri Paman Sam naik 8,6% dibandingkan pekan sebelumnya. Ini adalah kenaikan pertama dalam tujuh pekan terakhir.

"Kami memperkirakan permintaan akan tetap kuat. Lapangan kerja yang membaik mendorong peningkatan permintaan perumahan," kata Joel Kan, Associate Vice President di Mortgage Bankers Association of America, seperti dikutip dari siaran tertulis.

Masih dari sektor properti, pembangunan rumah baru (housing starts) pada Maret 2021 naik 19,4% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,74 juta unit. Ini adalah yang tertinggi sejak Juni 2006.

Kemudian indeks sentimen konsumen pun naik dari 84,9 bulan lalu menjadi 86,5 pada April 2021. Ini adalah angka tertinggi sejak Maret 2020.

Hingga akhir bulan nanti, nilai tukar poundsterling diprediksi masih akan turun dari level saat ini. Hal tersebut terlihat dari survei yang dilakukan Reuters terhadap bank investasi ternama. Survei yang dilakukan pada 31 Maret tersebut menunjukkan median GBP/USD di 1,3800 di akhir bulan ini.

Artinya akan turun sekitar 0,75% dari level saat ini, atau dalam trading forex sekitar 100 pip.

Bank of America Merryl Lycnh (BofA) bahkan memberikan proyeksi GBP/USD di US$ 1,3600 di akhir bulan ini. Morgan Stanley bahkan lebih rendah lagi, US$ 1,3300.

Sementara itu ANZ Bank menjadi yang paling bullish dengan memprediksi GBP/USD berada di US$ 1,43 di akhir bulan ini.

Untuk jangka yang lebih panjang, yakni akhir kuartal II-2021, median survei tersebut menunjukkan GBPUSD berada di level US$ 1,4000. ANZ Bank memberikan proyeksi lebih tinggi dari median di US$ 1,4200 tetapi lebih rendah dibandingkan proyeksi akhirnya bulan ini.

Sementara itu BofA lebih rendah lagi di US$ 1,3500, dan Morgan Stanley di US$ 1,3400.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tunggu Sinyal Suku Bunga Negatif, Kurs Poundsterling Jeblok


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading