Analisis

Tanpa Sentimen Positif, Kok Poundsterling Bisa Menguat?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 July 2019 16:43
Tanpa Sentimen Positif, Kok Poundsterling Bisa Menguat?
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang poundsterling Inggris menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, kenaikan ini kemungkinan akibat technical rebound belaka.

Data ekonomi yang dirilis dari Inggris sore ini tidak terlalu bagus. Pertumbuhan ekonomi Inggris yang dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada Mei tumbuh 0,3% month-on-month (MoM). Angka ini sesuai dengan ekspektasi pasar, tidak ada kejutan.


Data lain menunjukkan produksi manufaktur tumbuh 1,4% MoM. Kenaikan tersebut masih di bawah ekspektasi pasar yaitu 2,2%.


Data tersebut kurang greget apalagi jika melihat data aktivitas bisnis Inggris yang buruk serta isu politik Inggris yang mengarahkan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan alias no-deal alias Hard Brexit membuat poundsterling nyaris tanpa sentimen positif.

Oleh kerena itu peluang penguatan poundsterling hanya ditopang technical rebound. Apalagi mengingat poundsterling telah mencapai posisi terlemahnya dalam enam bulan.

Analisis Teknikal

Tanpa Sentimen Positif, Poundsterling Kenapa Menguat? Grafik: GBP/USD Harian 
Sumber: MetaTrader 5

Pada grafik harian, poundsterling yang disimbolkan GBP/USD bergerak di bawah rerata pergerakan (Moving Average/MA) 125 hari (garis biru), dan di kisaran MA 21 hari (garis hijau), serta MA 8 hari (garis merah).

Sementara indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) masih berada di zona negatif yang memberikan gambaran potensi penurunan dalam jangka menengah.

Poundsterling juga terlihat menguji level kunci US$ 1,2480, arah pergerakan hari ini bisa ditentukan dari mampu tidaknya pound menembus level tersebut.

Tanpa Sentimen Positif, Poundsterling Kenapa Menguat? Grafik: GBP/USD 30 Menit 
Sumber: MetaTrader 5

Pada time frame 30 menit, GBP/USD bergerak di atas MA 8, 21, tetapi di bawah 125. Indikator Stochastic berada di wilayah jenuh beli (overbought) yang bisa membatas penguatan dalam jangka pendek.


Level US$ 1,2480 menjadi resisten (tahanan atas) terdekat, jika mampu menembus dan bergerak konsisten di atas level tersebut, poundsterling berpeluang naik ke level menuju level US$ 1,2515.

Namun, selama tertahan di bawah level US$ 1,2480, pound berpeluang terus melemah ke level US$ 1,2441. Penembusan di bawah level tersebut akan membuka peluang ke area US$ 1,2400.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading