Terhindar Pailit, Investor Sukuk TPS Food Gelar Rapat

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 June 2019 10:10
Terhindar Pailit, Investor Sukuk TPS Food Gelar Rapat
Jakarta, CNBC Indonesia - Wali amanat obligasi dan sukuk PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Bank Mega Tbk bakal melangsungkan rapat umum pemegang sukuk ijarah (RUPSI) TPS Food II tahun 2016.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di laman Bursa Efek Indonesia, rapat umum pemegang sukuk ijarah tersebut akan dilangsungkan pada Senin (17/6/2019) di Energy Building, SCBD, Sudirman dengan tiga agenda pembahasan.

Ketiga agenda tersebut yakni penentuan sikap para pemegang sukuk Ijarah TPS Food II tahun 2016 sehubungan dengan kepailitan anak perusahaan AISA yang memberikan jaminan kepada pemegang suku ijarah TPS Food II tahun 2016.

Selanjutnya, pembahasan mengenai proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Tiga Pilar Sejahtera Food dan pelaporan tugas dan tanggung jawab serta hak wali amanat suku ijarah TPS Food II tahun 2016.


Mengacu data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), disebutkan, suku ijarah TPS Food II tahun 2016 jumlah pokoknya sebesar Rp 1,01 triliun dengan tenor selama 5 tahun. Sukuk ijarah ini akan jatuh tempo pada 19 Juli 2021 dan frekuensi pembayaran bunga setiap triwulanan. Adapun, cicilan imbalan ijarah tetap pertahun sebesar Rp 106,76 miliar.

Sukuk ijarah ini dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 20 Juli 2016 lalu dengan penjamin pelaksana emisi sukuk ijarah PT Maybank Kim Eng Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Securities.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food memang tengah didera persoalan tagihan utang. Namun dalam perkembangan terbaru, akhirnya AISA telah menyelesaikan persidangan terkait dengan kasus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Majelis hakim telah mengesahkan persetujuan antara debitur dan kreditor konkuren untuk mengakhiri kepailitan atau homologasi atas TPS Food dan entitas anak usaha, PT Putra Taro Paloma (PTP) yang memproduksi merek makanan ringan Taro.

"Disahkan perdamaiannya oleh majelis hakim, jadi status PKPU Taro sudah berakhir," ungkap Sekretaris Perusahaan TPS Food, Michael Hadylaya, dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (12/6/2019).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga akhir Desember 2017 lalu, jumlah kewajiban PTP tercatat senilai Rp 261,588 miliar. PKPU diajukan oleh kreditor konkruen dan separatis yang mengajukan gugatan lantaran perusahaan tak membayarkan kewajibannya. Kewajiban yang dimaksud adalah berupa utang obligasi dan sukuk ijarah serta beberapa kewajiban lainnya.

Beberapa waktu lalu seluruh anak usaha TPS Food yang bergerak di divisi beras telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang. Dinyatakan pailit karena tak mampu membayarkan pinjamannya ke sejumlah kreditur. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading