Suspensi Dibuka, Saham Taksi Express Langsung Nyungsep!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 May 2019 13:26
Suspensi Dibuka, Saham Taksi Express Langsung Nyungsep!
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka kembali perdagangan saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) setelah dihentikan perdagangan sementara (suspensi) sejak 25 Juni 2018. Perdagangan saham emiten taksi ini sudah dibuka kembali mulai sesi I Jumat ini (24/5/2019) di seluruh pasar.

Namun saat diperdagangkan kembali hari ini, saham TAXI malah langsung nyungsep 34,44% ke harga Rp 59/saham dari harga penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 90/saham. Saham TAXI diperdagangkan sebanyak 3,13 juta saham dengan nilai perdagangan mencapai Rp 184,79 juta dengan frekuensi 164 kali.

Berdasarkan pengumuman pencabutan suspensi, BEI meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten terkait.



Perdagangan saham TAXI sebelumnya dihentikan oleh BEI lantaran memiliki masalah tak memenuhi kewajibannya membayarkan kupon obligasi atau default.

Perusahaan sudah menunggak pembayaran kupon selama beberapa kali dengan alasan permasalahan likuiditas.

Dalam langkah restrukturisasi ini, pemegang obligasi juga telah menyetujui untuk mengkonversi utang obligasi menjadi kepemilikan saham di perusahaan yakni dengan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD) atau private placement.

Corporate Secretary
Express Transindo Utama, Megawati Affan mengatakan rencana tersebut sudah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"[RUPSLB] kuorum. Kami akan lakukan sesuai dengan hasil RUPSLB. Kuorumnya 53,52%," kata Megawati, Senin (6/5).

Merujuk ke prospektus yang dirilis perusahaan mengenai rencana private placement, perusahaan akan menerbitkan saham baru sebanyak 10 miliar saham atau setara dengan 466,07% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Penerbitan saham baru ini dilakukan untuk mengkonversi utang obligasi senilai Rp 1 triliun.

Konversi ini akan dilakukan bertahap, di mana tahap pertama akan dikonversi utang sebanyak Rp 400 miliar menjadi 4 miliar saham. Tahap kedua akan jatuh tempo pada 31 Desember 2020 dengan mengkonversi obligasi senilai Rp 600 miliar dengan sebanyak 6 miliar saham.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading