3 Kali RUPSLB, Konversi Utang Taksi Express Akhirnya Direstui

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 May 2019 13:05
3 Kali RUPSLB, Konversi Utang Taksi Express Akhirnya Direstui
Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat ditolak dua kali terkait rencana mengkonversi utang obligasi menjadi kepemilikan saham, pemegang saham perusahaan penyedia jasa taksi, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) akhirnya merestui rencana tersebut.

Corporate Secretary Express Transindo Utama, Megawati Affan mengatakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan salah satu agendanya adalah merestui konversi obligasi menjadi saham, telah disetujui oleh pemegang saham.

"[RUPSLB] kuorum. Kami akan lakukan sesuai dengan hasil RUPSLB. Kuorumnya 53,52%," kata Megawati di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Senin (6/5).


Agenda lain dalam RUPSLB tersebut adalah pengalihan, pelepasan atau penjualan seluruh atau sebagian harta kekayaan perusahaan juga disetujui oleh pemegang saham. "Iya, sesuai agenda ya," imbuh dia.

Merujuk ke prospektus yang dirilis perusahaan mengenai rencana penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD) atau private placement, perusahaan akan menerbitkan saham baru sebanyak 10 miliar saham atau setara dengan 466,07% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

Penerbitan saham baru ini dilakukan untuk mengkonversi utang obligasi senilai Rp 1 triliun.

Konversi ini akan dilakukan bertahap, di mana tahap pertama akan dikonversi utang sebanyak Rp 400 miliar menjadi 4 miliar saham. Tahap kedua akan jatuh tempo pada 31 Desember 2020 dengan mengkonversi obligasi senilai Rp 600 miliar dengan sebanyak 6 miliar saham.

Jika sesuai dengan rencana maka konversi obligasi menjadi saham ini akan dieksekusi pada 15 Mei 2019 dengan menyampaikan permohonan pencatatan saham tambahan ke bursa dan saham akan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Mei 2019.

Emiten transportasi Grup Rajawali ini masih memiliki utang jatuh tempo pada 24 Juni 2019 sebesar Rp 1 triliun atas Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014.

Data Kustodian Sentral Eek Indonesia (KSEI) menunjukkan obligasi tersebut tercatat di BEI pada 25 Juni 2014 dengan bunga yakni 12,25% dan dibayarkan setiap tiga bulan.

Hanya saja, tercatat TAXI mengalami kesulitan karena menunda pembayaran bunga obligasi ke-17 yang jatuh tempo pada 24 September 2018. Sebelumnya RUPSLB pada 8 Februari dan 18 Februari tidak mencapai kuorum.




(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading