Inikah Senja Kala Taksi Express? 2020 Tak Punya Armada Lagi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
08 February 2019 14:19
Inikah Senja Kala Taksi Express? 2020 Tak Punya Armada Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis taksi konvensional tampaknya memang benar-benar sudah masuki senjakala setelah dihantam taksi online atau daring taksi (ride hailing). Kondisi berat yang dialami perusahaan taksi Grup Rajawali, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) semakin tak kuat menghadapi kenyataan carut marut kondisi keuangan.

"Sudah dari 2014 capex untuk armada setahu saya tidak ada, tahun lalu pun tidak ada, kita masih utilisasi armada yang ada," Direktur Keuangan Megawati Affan, kepada awak media di Jakarta, Jumat (8/2/2019) usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Bahkan di tahun depan, emiten dengan kode saham TAXI ini bakal tidak memiliki armada, sebab, saat ini hampir sebagian besar asenya telah dijaminkan untuk pembayaran utang baik obligasi maupun bank.

"Itu akan terjadi di akhir tahun depan (gak ada armada). Dan sekarang ini kan kita sudah mulai kerja sama dengan mitra strategis, tinggal bisa ngelanjutin, itu kan baru tahun depan," imbuhnya.


Berdasarkan data di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia, diketahui pada 24 Juni 2019, obligasi korporasi TAXI di tahun 2014 akan jatuh tempo, dengan nilai pokok Rp 1 triliun. Untuk melunasi utang obligasi tersebut, perusahaan menambah modal melalui penerbitan saham baru tanpa melalui rights issue.

Mayoritas pemegang obligasi menyetujui utang tersebut dikonversi dengan saham baru secara bertahap dalam RUPO 11 Desember 2018. Untuk tahap pertama, obligasi akan dikonversi Rp 400 miliar. Tahap kedua, sisanya yakni Rp 600 miliar, berupa perubahan sisa Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 menjadi Obligasi Konversi.

Penambahan saham baru tanpa rights issue tahap pertama bakal digelar 30 April 2019, sedangkan obligasi konversi tahap kedua akhir tahun 2020 mendatang.

"RUPS menyetujui kita menjual jaminan yang sebelumnya itu akan menjadi cicilan untuk banyak obligasi yang 600 itu, berapapun hasil penjualan dibayar ke pemegang obligasi, terkahir kalau sampai 2020 masih ada sisa obligasi konversi semuanya di konversi menjadi equity," jelas Mega.

Seperti diketahui, pada Januari 2019, TAXI juga menyerahkan aset tanah milik anak usahanya, PT Ekspres Jakarta Jaya senilai Rp 43,44 miliar, kepala BCA. Aset dua bidang tanah yang diserahkan itu berada di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada BCA. Tujuan penjualan tanah ini adalah untuk melunasi sebagian utang kepada BCA yang telat jatuh tempo.

Berdasarkan laporan keuangan audit, modal kerja dan ekuitas TAXI masing-masing masih negatif Rp 1,12 triliun dan negatif Rp 366,98 miliar per September 2018. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading