Semen Indonesia Restatement Lapkeu, BEI Ragukan Bisnis TAXI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 May 2019 07:57
Rangkuman aksi korporasi dan kabar emiten di Bursa Efek Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir pekan lalu, Jumat (10/5/2019), kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penguatan 0,17% ke level 6.209,12.

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan menguat: indeks Shanghai naik 3,1%, indeks Hang Seng juga naik 0,84%, indeks Straits Times naik 0,16%, dan indeks Kospi naik 0,29%.


Selama sepekan, IHSG anjlok 1,75%, rupiah melemah 0,49% melawan dolar AS di pasar spot dan imbal hasil (yield) obligasi seri acuan tenor 10 tahun naik 15,4 bps. Perang dagang AS-China berperan banyak dalam menekan kinerja pasar keuangan Asia sepanjang pekan kemarin. Pada awal pekan, pelaku pasar sudah dibuat was-was oleh potensi eskalasi perang dagang AS-China.


Sebelum perdagangan hari ini, Senin, dibuka, mari melihat kembali peristiwa yang dilakukan emiten pada perdagangan Jumat pekan lalu.

1.Harga CPO Amblas, Capex Austindo Turun Jadi Rp 850 M
Emiten kelapa sawit, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar US$ 57 juta atau sekitar Rp 809 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$) yang akan digunakan untuk ekspansi bisnis perusahaan.

2.Semen Indonesia Restatement Lapkeu 2017, Laba Turun
Holding BUMN untuk perusahaan semen, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tercatat melakukan penyesuaian (restatement) pada laporan laba rugi periode buku 2017. Atas restatement tersebut, laba bersih tahun berjalan perusahaan untuk tahun 2017 terkoreksi sekitar Rp 393,02 miliar.

3.Operasional Tak Jelas, Bursa Pertanyakan Masa Depan Express
Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum akan membuka penghentian perdagangan saham (suspensi) PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI). Bursa menilai masih belum ada kejelasan terkait operasional perusahaan, setelah ada rencana melepas aset untuk membayarkan kewajiban.

4.Belum Yakin, BEI Butuh Masukan Lagi Soal Lapkeu Garuda
Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melakukan pendalaman transaksi yang dilakukan oleh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Mahata Aero Teknologi (MAT) yang kontraknya berdurasi 15 tahun ke depan telah dibukukan dalam laporan keuangan perusahaan di akhir 2018 lalu.



5.Beban Bunga Bikin Perusahaan Properti Bentjok Belum Untung
PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) memperkirakan tahun ini masih belum akan mencatatkan laba bersih di laporan keuangannya lantaran masih tingginya beban keuangan yang ditanggung perusahaan selama pengembangan usahanya.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading