Belum Yakin, BEI Butuh Masukan Lagi Soal Lapkeu Garuda

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 May 2019 11:50
Belum Yakin, BEI Butuh Masukan Lagi Soal Lapkeu Garuda
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melakukan pendalaman transaksi yang dilakukan oleh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Mahata Aero Teknologi (MAT) yang kontraknya berdurasi 15 tahun ke depan telah dibukukan dalam laporan keuangan perusahaan di akhir 2018 lalu.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna mengatakan bursa masih akan berkonsultasi dengan Dewan Standar Akuntan Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

"(Bursa akan membahas) dasar untuk me-recognize dan measurement pengakuan nilainya berapa itu kan ada di PSAK 23. Nah PSAK 23 kan tidak berdiri sendiri, kita akan coba diskusi dengan PSAK yang lain apakah terkait dengan PSAK 1 terkait dengan framework-nya," kata Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/5).

Menurut dia, langkah ini merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh bursa untuk mengumpulkan informasi mengenai pengakuan pendapatan Garuda Indonesia senilai US$ 241,9 juta yang didapat dari pengelolaan layanan in-flight entertainment untuk Garuda, Citilink dan Sriwijaya.


Sementara itu, pihak Garuda Indonesia tetap kekeuh bahwa pencatatan piutang atas kerja sama pengadaan WiFi dengan PT Mahata Aero Techonology (MAT) tidak menyalahi standar akutansi.

Menurut pihak perusahaan, terdapat lima poin yang mendasari hal tersebut, yakni Jumlah pendapatan dapat diukur secara anda, kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksit tersebut mengalir ke entitas.

Lalu tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara anda. Serta biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara andal. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading