Kalah Saing Dengan Grab & Gojek, Startup Ini Bangkrut

Tech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
15 May 2019 14:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam tiga tahun terakhir, Grab dan Gojek jadi dua startup yang dominan di pasar berbagi tumpangan (ride-hailing). Kedua startup berstatus decacorn ini mendisrupsi bisnis transportasi konvensional.

Namun, pemain dalam bisnis ride-hailing bukan hanya Grab dan Gojek. Sebelumnya ada beberapa startup sejenis yang berada di Indonesia. Mereka adalah Uber, Call Jack, Ojekkoe, Topjek, OjekArgo, Taxi Motor, Ladyjek, Bangjek, Blujek, dan Smartjek.


Awalnya mereka berkompetisi dengan Grab dan Gojek tetapi belakang nama-nama tersebut tak lagi terdengar. Mereka kalah bersaing dengan Gojek dan Grab yang cukup aktif membakar duit dengan promosi diskon dan cashback.


Maklum, untuk menggaet pelanggan, menciptakan ketergantungan dan loyalitas hingga menguasai pasar mereka memang menggunakan strategi bakar duit melalui subsidi tarif. Kedua startup decacorn ini pun menjadi startup Asia Tenggara yang paling banyak disuntik investor.

CNBC Indonesia mencoba mengulas soal nasib para startup transportasi online penantang Grab dan Ojek Online yang kini namanya tidak kedengaran lagi ini.

Simak video himbauan Kemenhub agar Gojek & Grab tak saling bunuh dengan perang tarif di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]

Lanjut ke halaman berikutnya >>>



(roy/roy)
1 dari 4 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading