46 Juta Orang Unduh Games, Link Net Bidik Pasar E-Sport

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
26 April 2019 15:03
46 Juta Orang Unduh Games, Link Net Bidik Pasar E-Sport
Jakarta, CNBC Indonesia - Induk usaha televisi kabel First Media Television dan BIG TV, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membentuk unit bisnis baru untuk mengakomodasi potensi bisnis olahraga elektronik atau e-sport.

CEO Link Net Marlo Budiman mengatakan pembentukan lini bisnis ini berdasarkan pertimbangan pesatnya perkembangan e-sports di Indonesia.

Perusahaan mencatat, sekitar 46 juta orang Indonesia telah mengunduh games baik di ponsel atau komputer, sehingga ada potensi pasar yang bisa digarap Link Net.


"Untuk realisasi pembentukan tim e-sports ini rencananya kuartal III-2019. Saat ini masih digodok oleh tim business development kami, jadi nanti kami tidak hanya menjadi sponsor," kata Marlo dalam paparan publik di Aryaduta, Jakarta, Jumat (26/04/2019).


Unit e-sports Link Net ini bernama Tim First Media yang nantinya akan menangani penyelenggaraan acara atau event, sponsporship, termasuk adanya kanal (channel). Diharapkan, unit baru ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi perusahaan.

Adapun dalam saluran televisi berbayar First Media, pelanggan bisa menonton pertandingan e-sports secara langsung. E-sports adalah istilah untuk kompetisi permainan video pemain jamak yang umumnya dilakukan oleh para pemain profesional.

Hanya saja, Marlo menegaskan Tim First Media tidak akan mengembangkan games atau aplikasi permainan sendiri, melainkan hanya menciptakan ekosistem untuk e-sport.

Dengan begitu, perseroan bisa memenuhi kebutuhan pelanggan untuk main games dan berkompetisi, bahkan akan dibentuk tim e-sports. Marlo belum mengungkapkan secara detail berapa total nilai investasi untuk unit baru ini.

Ke depannya, Link Net berencana membentuk acara e-sports sendiri, sehingga pendapatan juga bisa diperoleh dari penjualan tiket.

"Kami bukan hanya menjual produk games, tapi juga internet bandwidth. Kami ingin terlibat dalam penyelenggaraan e-sport, bukan hanya menjadi sponsor," katanya.

Sepanjang tahun lalu, laba bersih perseroan turun 21,15% menjadi Rp 788,92 miliar dari tahun sebelumnya Rp 1,01 triliun. Pendapatan perusahaan naik menjadi Rp 3,73 triliun dari tahun sebelumnya Rp 3,40 triliun.

Per akhir 2018, saham perusahaan dimiliki mayoritas oleh Asia Link Dewa Pte Ltd 34,96%, PT First Media Tbk (KBLV) 27,44%, UBS AG LDN 6,34%, dan publik 31,26%.

Perseroan memiliki anak usaha langsung yakni PT First Media Television di bidang penyiaran berlangganan.

Simak ulasan kinerja bisnis Link Net 2018.
[Gambas:Video CNBC]
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading