Saham Emiten Batu Bara Babak Belur, ITMG Paling Parah

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
04 April 2019 09:49
Saham Emiten Batu Bara Babak Belur, ITMG Paling Parah
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham produsen batu bara terpuruk pada perdagangan pagi ini, Kamis (4/4/2019. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjadi emiten batu bara dengan penurunan paling dalam hingga 12,04% ke harga Rp 21.000/saham.

Kejatuhan harga batu bara di pasar global tampaknya menjadi pemicu pelemahan saham-saham batu bara tersebut.


Selain ITMG, harga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga tercatat melemah 4,15% ke harga Rp 1.270/saham, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 3,10% ke harga Rp 4.060/saham.


Lalu harga saham PT Indika Energy Tbk (INDY) juga melemah 3,07% ke harga Rp 1.735/saham dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 1,64% ke level harga Rp 120/saham.

Harga batu bara Newcastle kontrak April pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (3/4/2019) amblas 2,59% ke posisi US$ 79/metrik ton, setelah juga terjun 1,7% pada perdagangan Selasa (2/4/2019).

Selama sepekan, harga batu bara turun sebesar 15,51% secara point-to-point, sedangkan sejak awal tahun harganya juga tercatat melemah 22,59%.

Sebagai catatan, mulai tanggal 1 April kontrak acuan harga batu bara berganti menjadi kontrak bulan April dari yang sebelumnya kontrak bulan Mei. Alhasil, bila melihat pola pergerakan harga batu bara akan terlihat penurunan harga yang sangat tajam pada tanggal 1 April.

Tampaknya permintaan akan batu bara masih loyo. Pasalnya ekspor batu bara thermal Australia pada bulan Februari 2019 jatuh ke level paling rendah sejak April 2015, seperti dikutip dari Argusmedia.

Adanya hambatan pemeriksaan yang dilakukan oleh bea cukai di sejumlah pelabuhan utama China membuat pengiriman dari Australia menjadi terbatas.

Pelaku industri batu bara mengatakan bahwa sejak awal tahun 2019, batu bara asal Australia yang akan masuk ke Negeri Tirai Bambu harus melalui proses pemeriksaan yang memakan waktu hingga 40 hari. Padahal pada kondisi normal hanya memerlukan waktu 20 hari.

(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading