Demi Holding, 3 BUMN Farmasi Ini Bagi-bagi Tugas

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 March 2019 - 18:35
Demi Holding, 3 BUMN Farmasi Ini Bagi-bagi Tugas
Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Farmasi hingga Maret ini belum terbentuk. Namun tiga perusahaan BUMN di bidang farmasi sudah siap-siap mengatur strategi guna memudahkan pelaksanaan holding tersebut terealisasi tahun ini.

Sebanyak tiga BUMN farmasi tersebut yakni PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF), dan PT Bio Farma (Persero).

Holding Farmasi juga akan dipermudah setelah Kimia Farma akan mengakuisisi saham mayoritas PT Phapros Tbk (PEHA) BUMN lainnya yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). PT RNI memiliki 56,8% saham di Phapros.


"Holding BUMN sesuai dengan arahan Kementerian BUMN. Soal akuisisi Phapros, lebih karena timing-nya pas, bertepatan dengan rencana holding BUMN farmasi, meski sebetulnya ini murni aksi korporasi kami," kata Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir, dalam dialog di CNBC TV Indonesia, Selasa (19/3/2019).


Hingga kini belum ada kepastian siapa yang akan menjadi induk dari holding tersebut, kendati pada awal 2018 pemerintah sempat melontarkan bahwa 
Kimia Farma dan Bio Farma dipertimbangkan untuk menjadi induk holding BUMN Farmasi.

Target pembentukan holding adalah akhir tahun 2018, tapi nyatanya sampai awal 2019 ini, pembentukan belum juga selesai.

Ini berbeda dengan holding lain yang sudah terbentuk yakni Holding BUMN Perumahan, Holding BUMN Migas, dan Holding BUMN Pertambangan.

Honesti Basyir mengatakan ketiga perusahaan farmasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi holding.

Fokus bisnis masing-masing perusahaan akan disinergikan. Misalnya, Bio Farma kuat dalam hal vaksin, sementara Indo Farma lebih menonjol untuk urusan obat.

Adapun Kimia Farma, katanya, unggul dalam hal value chain, dan distribusi sehingga akan saling melengkapi. "Kimia Farma lebih punya value chain, Indofarma herbal dan alat kesehatan. Sinergi tiga BUMN ini akan menciptakan value yang positif," katanya.

Selain itu, guna menunjang rencana holding ini, perseroan bersama BUMN farmasi lain juga sudah membentuk tim persiapan. Tim tersebut akan menata dan memetakan apa saja yang diperlukan dan titik tekan bisnis dari tiga perusahaan itu ke depan.

Guna akuisisi Phapros, Kimia Farma juga menyiapkan dana talangan antara Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun dari tiga bank BUMN untuk membiayai akuisisi 56,8% saham Phapros.

Dana talangan bersumber dari 3 bank BUMN, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Adapun realisasi dari jual beli saham bersyarat (conditional sales and purchase agreement) pembelian Phapros akan dilakukan secara resmi, berikut dengan informasi detail harga pembelian pada 27 Maret mendatang.


Simak perbincangan lengkap bersama Honesti Basyir, Dirut Kimia Farma, dalam video ini.
(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading