Sah! Honesti Basyir Jadi Bos Bio Farma, Pimpin BUMN Farmasi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 September 2019 12:51
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menunjuk Honesti Basyir jadi Dirut Bio Farma.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menunjuk Honesti Basyir, mantan Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menjadi Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), perusahaan induk dari Holding BUMN Farmasi yang diiniasi pemerintah.

Tiga BUMN yang akan bergabung dalam satu naungan Holding BUMN Farmasi adalah Bio Farma, Kimia Farma, dan PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF). Holding BUMN Farmasi ini bertujuan agar kinerja BUMN farmasi lebih kuat dan mempermudah akses terhadap investasi yang berujung pada ekspansi bisnis.

Honesti yang merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung tahun 1992 dan Sekolah Tinggi Manajemen Bandung tahun 2004 ini menjabat Dirut KAEF sejak 20 April 2017.


Sebelumnya, Honesti menjabat beberapa posisi strategis di PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), di antaranya sebagai Plt. Direktur Enterprise & Business Service (2016-2017), Direktur Wholesale & International Service (2014-2017), Direktur Keuangan (2012-2014), dan Vice President of Strategic Business Development (2012).

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro mengatakan, Honesti sudah diangkat pada Senin lalu (16/9) oleh Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai Direktur Utama Bio Farma.

Karena itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Kimia Farma hari ini memberhentikan Honesti dari posisi direktur utama.


"Sudah, dia diangkat hari Senin makanya tadi diberhentikan. Senin dia sudah diangkat sama Bu Menteri sebagai Dirut," kata Wahyu Kuncoro di Jakarta, usai gelaran RUPSLB Kimia Farma, Rabu (18/9/2019).

Wahyu mengatakan, Holding BUMN Farmasi akan rampung dalam satu bulan ke depan. Saat ini, Peraturan Pemerintah (PP) sedang diproses di pemerintah.

"Target September-Oktober selesai. Bu menteri waktu itu akhir kuartal III-2019 sudah selesai," kata dia menambahkan.

Dalam kesempatan sebelumnya, kala menjabat sebagai Direktur Utama KAEF, Honesti Basyir mengatakan ketiga perusahaan farmasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi holding BUMN Farmasi.

Fokus bisnis masing-masing perusahaan akan disinergikan. Misalnya, Bio Farma kuat dalam hal vaksin, sementara Indo Farma lebih menonjol untuk urusan obat.

Adapun Kimia Farma, yang katanya unggul dalam hal value chain [rantai pasokan], dan distribusi sehingga akan saling melengkapi. "Kimia Farma lebih punya value chain, Indofarma herbal dan alat kesehatan. Sinergi tiga BUMN ini akan menciptakan value yang positif," katanya, dalam dialog di CNBC Indonesia, Selasa (19/3/2019).

Selain itu, guna menunjang rencana holding ini, perseroan bersama BUMN farmasi lain juga sudah membentuk tim persiapan. Tim tersebut akan menata dan memetakan apa saja yang diperlukan dan titik tekan bisnis dari tiga perusahaan itu ke depan.

Laba Kimia Farma anjlok 68,49%


[Gambas:Video CNBC]

 


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading