LPKR Rights Issue Rp 10 T, Apakah Uang-nya untuk Meikarta?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
12 March 2019 11:43
Hajatan right issues diakukan dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dijadwalkan pada kuartal II-2019 dan selambat-lambatnya kuartal III
Jakarta, CNBC IndonesiaPT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana untuk menerbitkan saham baru (right issue) senilai US$ 730 juta dengan nilai nominal per saham Rp 100. Hajatan right issues diakukan dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dijadwalkan pada kuartal II-2019 dan selambat-lambatnya kuartal III-2019.

Berdasarkan siaran pers yang disampaikan hari ini (12/3/2019), right issue senilai US$ 730 juta tersebut akan dijamin sepenuhnya oleh keluarga Riady, melalui PT Inti Anugrah Pratama (IAP). IAP merupakan pemegang saham terbesar LPKR dengan porsi kepemilikan 36,38%.

IAP juga telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan penyetoran lebih awal (advanced subscription) atas pembayaran saham sebesar US$ 280 juta. Selain itu, IAP juga akan bertindak sebagai pembeli siaga atas saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya. LPKR, menetapkan Harga eksekusi HMETD senilai Rp 235/saham.

Jika dilihat lebih detil, salah satu tujuan hajatan right issue LPKR tersebut sejatinya untuk meningkatkan kepemilikan tidak langsung LPKR terhadap PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). LPKR berencana menggelontorkan investasi ke LPCK hingga US$ 200 juta melalui entitas anak mereka PT Kemuning Setiatama.


Sebagai informasi, PT Kemuning Setiatama merupakan salah satu entitas anak LPKR dengan kepemilikan 100%. PT Kemuning Setiatama sendiri adalah pemegang saham mayoritas LPCK dengan total kepemilikan saat ini sebesar 42,2%.

Lebih lanjut, investasi LPKR atas LPCK senilai US$ 200 juta setara dengan total right issue yang akan diterbitkan oleh LPCK. Hal tersebut dikarenakan, PT Kemuning Setiatama, entitas anak LPKR, adalah pembeli siaga atas HMETD Lippo Cikarang. Berbeda dengan LPKR, harga penetapan HMETD LPCK mencapai Rp 500/saham.

Investasi paralel Grup Lippo diatas pada dasarnya untuk mengembangkan Meikarta menjadi kawasan terintegrasi. Walaupun Meikarta merupakan proyek kontroversial, kedepannya Grup Lippo masih akan merencanakan membangun pusat perbelanjaan, rumah sakit, universitas, pusat pameran internasional, dan pusat keuangan/teknologi.

Mari kita tunggu, apakah rencana pengembangan Meikarta ini akan berlangsung aman, tanpa isu kontroversial lainnya.


Asset Lippo Cikarang Menyusut, Ada Apa?
[Gambas:Video CNBC]

TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading