Beda Nasib! Lippo Karawaci Q3 Rugi Rp 573 M, LPCK Cetak Laba

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 November 2021 12:55
Warga memakai masker di pusat perbelanjaan di Mall Puri Jakarta, Senin (15/6). Mall yang berlokasi di bilangan Jakarta Barat ini terpantau menerapkan protokol kesehatan yang berlaku sesuai dengan anjuran saat ini. Protokol tersebut antara lain wajib memakai masker, jaga jarak 1 meter, suhu tubuh harus di bawah 37,5 derajat celcius, lift maksimum 6 orang, hingga pembayaran yang didorong cashless. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Induk usaha properti milik grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan rugi bersih Rp 573,29 miliar sepanjang periode 9 bulan pertama tahun ini.

Nilai kerugian ini membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi hingga Rp 2,34 triliun. Dengan demikian, nilai kerugian per saham juga berkurang dari sebelumnya rugi Rp 33,16 menjadi rugi Rp 8,10/saham.

Pada periode ini nilai pendapatan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 10,75 triliun atau tumbuh 44,20% secara tahunan (year on year/YoY), dari Rp 7,49 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.


Kenaikan pendapatan mendorong bertambahnya beban pokok pendapatan menjadi Rp 6,29 triliun dari sebelumnya Rp 4,27 triliun. Beban usaha juga naik menjadi Rp 3,23 triliun dari sebelumnya Rp 2,96 triliun.

Penghasilan lainnya bertambah menjadi Rp 1,11 triliun dari Rp 747,83 miliar. Beban lainnya berkurang menjadi Rp 536,51 miliar dari Rp 1,63 triliun.

Beban keuangan perusahaan ini naik menjadi Rp 1,89 triliun, dari posisi akhir periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,17 triliun.

Tahun ini perusahaan juga mencatatkan laba atas entitas asosiasi sebesar Rp 4,55 miliar dari sebelumnya merugi Rp 227,82 miliar.

Sementara itu, anak usahanya PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 43,78% YoY menjadi Rp 344,27 miliar dari laba bersih di periode yang sama. Nilai ini turun dari Rp 612,42 miliar di akhir September 2020.

Nilai laba bersih per saham juga turun menjadi Rp 128 dari Rp 229.

Turunnya laba bersih ini disebabkan karena pendapatan perusahaan juga turun 25,78% YoY menjadi sebesar Rp 1,18 triliun dari sebelumnya Rp 1,59 triliun di akhir kuartal ketiga tahun lalu.

Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 681,39 miliar dari sebelumnya Rp 954,16 miliar. Beban usaha berkurang menjadi Rp 199,24 miliar dari Rp 236,47 miliar.

Penghasilan lainnya berkurang menjadi Rp 219,53 miliar dari Rp 481,44 miliar. Beban lainnya juga bertambah menjadi Rp 58,36 miliar dari Rp 20,37 miliar..


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lippo Cikarang Ganti Pengurus, Ada Bos LPKR-Rektor Paramadina


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading