Mau Trading Besok? Simak 10 Aksi Korporasi Emiten Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 March 2019 07:46
Mau Trading Besok? Simak 10 Aksi Korporasi Emiten Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,16% pada penutupan perdagangan terakhir Jumat lalu (8/3/2019) ke level Rp 6.383 seiring dengan sentimen perlambatan ekonomi di Uni Eropa yang juga menekan bursa di regional.

IHSG berakhir di zona merah dan nyaris berada di titik terendah dalam 2 bulan atau sejak 14 Januari 2019.

Lantas bagaimana pergerakan dengan pada Senin besok1 Maret? Sebelum memilih saham-saham yang bakal diakumulasikan, berikut beberapa informasi aksi emiten yang bisa menjadi rujukan analisis fundamental.
 
1. Belanja Kendaraan, Adi Sarana Dapat Duit Rp 300 M dari BCA
Emiten penyedia jasa sewa kendaraan milik Grup Triputra, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mendapatkan kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 300 miliar.

Dana kredit dari BCA tersebut akan dipergunakan perusahaan untuk pembiayaan pembelian unit kendaraan baru yang nantinya disewakan kepada pelanggan perseroan.


2. Cuan Baramulti Suksessarana Merosot 16% di 2018
Emiten pertambangan batu bara, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), berhasil membukukan kenaikan pendapatan hampir 13% di tahun 2018. Namun bottom line atau laba bersih perseroan justru merosot 16% secara tahunan.



3. 2 Hari Berturut-turut Benny Tjokro Lepas 556 Juta Saham NUSA

Pengusaha dan pemegang saham PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) Benny Tjokrosaputro secara beruntun melepas total sebanyak 556,30 juta sahamnya dengan estimasi nilai yang diperoleh sebanyak Rp 55 miliar.


Berdasarkan laporan kepemilikan saham NUSA di Bursa Efek Indonesia, diketahui bahwa Benny yang juga pemegang saham PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) ini melakukan penjualan selama dua hari berturut-turut yakni pada 4 dan 5 Maret 2019.


4. Laba Golden Energy 2018 Amblas 16% Jadi Rp 1,4 T
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) membukukan kinerja kurang memuaskan pada 2018. Laba bersih merosot 16,10% menjadi US$ 89,77 juta atau setara dengan Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.200/US$) dari tahun sebelumnya US$ 117,72 juta atau Rp 1,67 triliun.

Padahal pada periode tersebut, pendapatan perseroan naik cukup signifikan 37,61% menjadi US$ 1,04 miliar dari sebelumnya US$ 759,45 miliar.




5. Asing Obral Saham Telkom Rp 191 M, Gara-gara Huawei?
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) terkena imbas panasnya hubungan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan perusahaan telekomunikasi raksasa asal China, Huawei.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham TLKM hari ini, Jumat (8/3/2019), ditutup melemah hingga 2,02% di level Rp 3.740/saham, dengan nilai transaksi Rp 581,05 miliar dan volume perdagangan 154 juta saham.


6. Rights Issue Direstui, Bank MNC Bakal Kantongi Rp 206,32 M
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) akhirnya merestui rencana perusahaan untuk melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.


Perusahaan akan menerbitkan sebanyak 4,12 miliar saham baru Seri B pada Juli tahun ini dengan nilai nominal Rp 50/saham baru sehingga bisa mengantongi Rp 206,32 miliar.



7.Ekspansi di Bisnis Pangan, FKS Bikin Anak Usaha Baru
Emiten jasa perdagangan produk perkebunan dan perikanan, PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) akan lebih ekspansif di bisnis perdagangan pangan. Perseroan akhirnya mendirikan anak usaha untuk menangani bisnis ini yakni PT FKS Pangan Nusantara.

Anak usaha ini akan menjalankan salah satu kegiatan perusahaan yang sudah berjalan yakni perdagangan pangan, apalagi perseroan juga sebelumnya disokong anak usaha logistik pergudangan.


8.Demi Akuisisi Kestrel, Adaro Korbankan Pertumbuhan Laba
Pada hari Selasa (4/3/2019) PT Adaro Energy Tbk (ADRO) merilis laporan keuangan perusahaan tahun 2018.

Dalam rilisnya, ternyata Adaro mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 13,5% YoY menjadi US$ 418 juta pada tahun 2018. Analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan dan Ryan Winipta mengatakan bahwa besaran laba ini berada di bawah perkiraan konsensus.


9.Perkuat Jaringan, Anak Usaha Telkom Akuisisi Persada Sokka
Emiten telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengakuisisi perusahaan menara PT Persada Sokka Tama (PST) melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Akuisisi tersebut dilakukan untuk memperkuat bisnis Mitratel di bidang menara telekomunikasi.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Mitratel mengakusisi 95% saham Persada Sokka, di mana akta jual beli terjadi pada Rabu (6/3/2019).


10. Begini Strategi Bank Mega Dongkrak Pertumbuhan
Pendapatan
PT Bank Mega Tbk (IDX: MEGA) menargetkan dapat meraup pertumbuhan pendapatan non-bunga naik hingga double digit atau 10%.

Salah satu strateginya ialah melalui pengembangan digital. Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, tahun lalu perseroan harus mengalami penurunan pendapatan non-bunga atau fee based income sebesar 7,4% senilai Rp 2,18 triliun pada Desember 2017, menjadi Rp 2,02 triliun pada Desember 2018.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading