Melejit Hingga 141,8%, Berikut 5 Saham Paling Cuan Pekan Ini

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
09 March 2019 14:13
Melejit Hingga 141,8%, Berikut 5 Saham Paling Cuan Pekan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,80% pekan ini, dan jatuh ke level terendahnya semenjak 14 Februari 2019. Meskipun begitu, ternyata ada saham yang mencatatkan imbal hasil tinggi pekan ini.

Ini deretan saham paling cuan selama sepekan. Namun hati-hati ya, emiten-emiten dengan cuan tinggi pekan ini mayoritas pernah kena status Unusual Market Activity/UMA atau peningkatan harga dan aktivitas di luar kebiasaan.

1. PT Onix Capital Tbk (OCAP)
Harga saham OCAP melejit hingga 141,8% sepanjang pekan ini, dari Rp 336/saham menjadi Rp 885/saham. OCAP bergerak di bidang jasa, yaitu jasa konsultasi bidang bisnis, manajemen dan administrasi, termasuk didalamnya adalah broker sekuritas dan underwriting.


Kenaikkan saham OCAP awal tahun ini dipicu setelah OCAP menandatangani perjanjian untuk melepas kepemilikannya atas Onix Sekuritas. Ini adalah angin segar bagi investor, pasalnya pada Spetember 2018 Onix Sekuritas mencatatkan rugi bersih Rp 2,68 miliar.

2. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
Harga saham CLAY meroket hingga 49,77% sepanjang pekan ini, dari Rp 2.130/ saham menjadi Rp 3.190/saham. CLAY didirikan pada 2009 dan bergerak di bidang properti dan pehotelan yang merupakan anak perusahaan dari PT Citra Putra Mandiri atau OSO Group milik pengusaha dan politisi Oesman Sapta Odang.

CLAY baru saja listing atau tercatat di BEI pada 18 Januari 2019 dengan melepas 520 juta saham. Perusahaan meraih dana lewat mekanisme penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp 93,60 miliar.

Kenaikkan tinggi CLAY tidak hanya terjadi pekan ini. Semenjak IPO emiten ini memang mengalami peningkatan yang signifikan hingga BEI harus melakukan suspensi atau peghentian perdagangan sementara pada 29 Januari 2019 dan akhirnya dibuka kembali pada 30 Januari 2019.

Tahun ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan perusahaan menjadi Rp 216 miliar, naik dari Rp 189 miliar estimasi pendapatan akhir tahun lalu. Peningkatan pendapatan ini sejalan dengan target perusahaan untuk meningkatkan okupansi dari dua hotel menjadi 75% di 2019.


3. PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS)
Harga saham CSIS mencatatkan kenaikkan harga hingga 46,81% selama sepekan, dari Rp 94/saham menjadi Rp 138/saham. CSIS didirikan pada 1995 dan bergerak di bidang jasa design interior, furnitur dan jasa konstruksi umum. CSIS juga merupakan salah satu perusahaan dibawah Grup Olympic.

Meskipun mengalami kenaikkan, harga saham CSIS sesungguhnya anjlok 65% dari harga penawaran perdana perusahaan di level Rp 300/saham. CSIS tercatat di papan pengembangan BEI pada 10 Mei 2017 dengan melepas 207 juta saham dan meraih dana Rp 62,10 miliar.

Salah satu proyek emiten yang masuk grup Olympic ini dan memberi sentimen positif harga sahamnya ialah mega proyek Olympic City senilai total Rp 25 triliun hingga 15 tahun ke depan. Rencananya perusahaan akan menggarap lahan seluas 30 hektare untuk pengembangan kawasan terintegrasi berupa rumah tapak, apartemen, perkantoran mall, sekolah dan rumah sakit.


4. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
Saham Bank Mega membukukan kenaikkan harga 34,58% selama sepekan, sehingga harga saham naik dari Rp 4.830/saham menjadi Rp 6.500/saham. Bank Mega termasuk dalam kategori Bank Buku III atau bank dengan modal inti antara Rp 5 - 30 triliun.

Sepanjang tahun 2018, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan postif untuk laba bersihnya sebesar 23,02% YoY dari Rp 1,3 triliun di tahun 2017 menjadi Rp 1,6 triliun di tahun 2018. Ini merupakan pencapaian yang cukup oke mengingat kenaikkan penjualan perusahaan hanya sebesar 6% YoY.

Selain itu, melalu wawancara ekslusif dengan CNBC Indonesia hari ini, Direktur Utama Bank Mega menargetkan pertumbuhan pendapatan non-bunga hingga double digit atau 10%.

5. PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI)
Harga saham PANI mencatatkan kenaikkan harga hingga 27,62% selama sepekan, dari Rp 105/saham menjadi Rp 134/saham. PANI berdiri tahun 2000 dan bergerak di industri kemasan kaleng, pengemasan hasil laut dan jasa pembekuan makanan. BEI memberikan status UMA pada PANI di bulan September tahun lalu.



NIM Bank Turun IHSG Hancur
[Gambas:Video CNBC]

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading