Baru IPO, Armada Berjaya Bidik Pertumbuhan Bisnis 300%

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 February 2019 10:22
Baru IPO, Armada Berjaya Bidik Pertumbuhan Bisnis 300%
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten yang baru listing, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) memprediksi kenaikan pendapatan dan laba bersih yang signifikan mencapai 200%-300% pada tahun ini dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018.

Kenaikan yang signifikan ini didorong dengan penambahan armada truk perusahaan sebanyak 61 unit di tahun ini yang akan menopang peningkatan pemasukan perusahaan.

Direktur Utama Armada Berjaya Trans Darmawan Suryadi mengatakan perseroan akan menggunakan dana hasil penawaran umum atau initial public offering (IPO) untuk menambah jumlah armada truk menjadi 131 unit dari hanya sebanyak 70 unit di tahun ini. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan logistik klien perseroan.


"Kalau dibandingkan dengan 2018 bisa cukup signifikan pertumbuhannya, bisa 200%-300% kenaikannya," kata Darmawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, usai mencatatkan saham (listing) perdana Kamis (21/2/2019).

Hingga akhir September 2018 atau kuartal III/2018, perusahaan mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,2 miliar dengan nilai pendapatan mencapai Rp 30 miliar.

Selain menjalankan bisnis pengangkutan logistik, perusahaan menjalankan bisnis freight forwarding antarpulau, tapi bisnis ini hanya berkontribusi sebesar 20% untuk pendapatan perusahaan. Mayoritas masih disumbang bisnis pengangkutan logistik.

Sebelumnya, perusahaan menjalankan bisnis utama di bidang pengangkutan mesin pengaduk semen. Hanya saja akibat lesunya sektor properti terpaksa perusahaan menghentikan bisnis ini dan beralih ke bidang pengangkutan logistik yang terbatas ke wilayah Jawa Barat saja dan peti kemas.

Saat ini perusahaan memiliki konsumen tetap seperti PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Perusahaan juga melakukan pengangkutan barang dengan truk, kontainer, angkutan multimoda serta pergudangan dan penyimpanan.

Pada Kamis ini, perusahaan resmi listing dengan menawarkan sebanyak 150 juta saham ke publik atau setara dengan 40% kepemilikan saham. Perusahaan memberikan sweetener atau pemanis dengan menerbitkan waran dengan rasio 2:1.

Saham perdana perusahaan dilepas di harga Rp 288/saham, saat perdagangan perdananya saham ini mengalami auto reject atas ke harga Rp 432/saham atau naik sebesar 50%. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading