Vale Indonesia, Antara Perang Dagang dan Kendaraan Listrik

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 February 2019 11:50
Vale Indonesia, Antara Perang Dagang dan Kendaraan Listrik
Jakarta, CNBC Indonesia - Analis memprediksi sepanjang 2019 PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bisa mendongkrak pertumbuhan pendapatan dibanding dengan tahun lalu.

Faktor pendorongnya antara lain mulai meningkatnya harga nikel, meski tipis tapi ada potensi membaik diimbangi dengan mulai meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan China sebagai Konsumen terbesar nikel.

Analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri dalam risetnya memperkirakan harga nikel di tahun ini akan membaik, meski peningkatannya moderat. Sebelumnya, harga komoditas ini cukup tertekan akibat rendahnya permintaan dari China akibat perang dagangnya dengan Amerika.

Perbaikan harga tersebut diperkirakan karena menurut London Metal Exchange (LME) dan The Shanghai Futures Exchange (SHFE) cadangan nikel telah mengalami penurunan hingga 48,5% Year on Year (YoY) menjadi 215.400. Sehingga diperkirakan harga nikel akan bergerak di kisaran US$ 13.500/ton pada 2019 dan US$ 14.500/ton pada 2020.


Selain itu, produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terus meningkat juga menjadi katalis positif lebih lanjut untuk penjualan perusahaan. Sebab, dengan meningkatkanya produksi EV maka nikel yang menjadi salah satu bahan untuk merakit baterai akan ikut terdorong penjualannya.

Namun demikian, sekuritas ini menyebutkan bahwa resiko perang dagang masih menjadi tantangan untuk penjualan nikel di tahun ini.

Sementara itu, Analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo menyebutkan penggunaan baterai di EV bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan untuk konsumsi nikel di masa mendatang, mengingat perusahaan EV terkemuka seperti Tesla terus mengandalkan nikel untuk merakit baterai EV.

Diperkirakan konsumsi nikel untuk EV ini hingga 2030 mendatang akan meningkat menjadi 670k wmt dari posisi tahun lalu di 20,7k wmt.

"Kami tetap optimis pada INCO karena prospek industri yang menarik yang berasal dari meningkatnya permintaan baja nirkarat dan baterai EV. Selain itu, kami mempertahankan rekomendasi Beli kami, mengingat potensi kenaikan yang masih menarik," tulis sekuritas ini dalam risetnya, dikutip CNBC Indonesia Rabu (6/2).
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading