Kurangi Emisi, INCO Bakal Genjot Penggunaan Kendaraan Listrik

Market - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
05 July 2022 20:40
Vale ist/wikipedia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) telah menyiapkan peta jalan menuju karbon netral pada 2050 mendatang. Salah satunya dengan menggenjot penggunaan kendaraan listrik di operasional tambang.

Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan perusahaan berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon melalui penggunaan kendaraan listrik di operasional tambang. Adapun pengurangan emisi dengan menggunakan kendaraan listrik dapat mencapai 75.800 kilo ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

"Jadi kita sedang uji coba mobil listrik pertama dan truk. Kalau ini jadi, kita akan scale up semua dengan target semua listrik yang jalan. Carbon emission yang bisa turun sekitar 75.800 kiloton," kata di dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII, Selasa (5/7/2022).


PT Vale Indonesia sendiri mempunyai komitmen untuk menekan 33% emisi karbon pada 2030. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya perusahaan menjadi perusahaan netral karbon pada 2050.

Selain pengurangan emisi karbon melalui kendaraan listrik, perusahaan juga berkomitmen untuk menggunakan energi bersih untuk operasional. Hal tersebut tecermin dari pembangunan tiga unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk kebutuhan listrik perusahaan.

"3 PLTA yang sudah terbangun membantu kami mengeliminasi sampai 2 juta ton carbon emission sehingga dengan 3 PLTA tersebut saat ini PT Vale merupakan pabrik nikel RKEF dengan carbon intensity paling rendah di Indonesia," ujarnya.

Perusahaan juga berupaya untuk melakukan konversi energi dengan menggunakan gas alam cair (LNG). "Semua yang batu bara minyak akan tergantikan dengan LNG program ini bisa menurunkan lebih emisi kami. Tujuan kami net zero emission di 2050," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Bikin Pasokan Nikel Terancam? Ini Kata Vale (INCO)


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading