Duh! Duit Karyawan INCO yang Nyangkut di Wanaartha Rp 220 M

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
07 September 2022 12:40
Chief Executive Officer (CEO) & Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), Febriany Eddy. (ist via PT. Vale) Foto: Chief Executive Officer (CEO) & Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), Febriany Eddy. (ist via PT. Vale)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban Wanaartha Life kembali bertambah. Giliran PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang masuk dalam daftar tersebut.

Pasalnya, program asuransi jiwa yang sekaligus memberikan tambahan manfaat investasi saat akhir kontrak atawa saving plan INCO rupanya disimpan di dua perusahaan asuransi, salah satunya PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha alias Wanaartha Life. Nilainya cukup signifikan, mencapai sekitar Rp 220 miliar.

Mengutip laporan keuangan, INCO dan Wanaartha menandatangani perjanjian pengelolaan program saving plan untuk para karyawan sejak bulan Desember 2017 untuk jangka waktu tiga tahun. Sehingga, perjanjian ini berakhir di Desember 2020.

Karena adanya kekhawatiran dari komite pensiun perseroan terkait keberlangsungan usaha Wanaartha, dan untuk tujuan mengamankan dana saving plan yang dikelola oleh Wanaartha sekitar Rp 220 miliar atau setara dengan AS$ 14,8 juta,komite pensiun Perseroan merekomendasikan untuk mengakhiri perjanjian dengan Wanaartha.

Pemberitahuan pengakhiran perjanjian dikirimkan pada akhir bulan Februari dan berlaku efektif pada tanggal 27 Maret 2020, dan kewajiban pembayaran atas seluruh kewajiban Wanaartha diharapkan untuk dilaksanakan paling lambat pada tanggal 8 April 2020.

"Wanaartha telah menyetujui pengakhiran perjanjian, namun demikian Wanaartha menyampaikan bahwa mereka mengalami kesulitan untuk melaksanakan kewajibannya karena rekening Wanaartha sedang dibekukan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia," seperti dikutip dari laporan keuangan, Rabu (7/9/2022).

Karena pembayaran belum diterima, perseroan telah melakukan upaya penyelesaian sengketa berdasarkan perjanjian dan melakukan arbitrase berdasarkan aturan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) di Jakarta.

Pada bulan Mei 2021, putusan atas perkara Wanaartha diumumkan. Majelis memutuskan untuk memerintahkan Wanaartha untuk melakukan pengembalian kepada perseroan seluruh dana investasi Perseroan sebesar Rp 209,6 miliar atau setara dengan US$ 14,6 juta dalam jangka waktu satu tahun.

"BANI memutuskan bahwa 50% dari dana investasi harus dilunasi pada 27 November 2021 dan sisanya dilunasi pada Mei 2022. Namun, sampai dengan tanggal laporan keuangan ini, Wanaartha belum melakukan pembayaran tersebut kepada perseroan," tulisnya.

Perseroan terus mengambil tindakan hukum yang relevan untuk mengejar Wanaartha untuk menyelesaikan kewajibannya. Perseroan yakin bahwa perkara ini akan diselesaikan tanpa dampak yang material pada posisi keuangan dan arus kas Perseroan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri! Begini Rekayasa Polis Wanaartha


(dhf/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading