Lega, Laba Apple Ternyata Sesuai Ekspektasi Meski iPhone Lesu

Market - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
30 January 2019 07:42
Lega, Laba Apple Ternyata Sesuai Ekspektasi Meski iPhone Lesu
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pembuat iPhone, Apple, melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang berakhir Desember lalu, Selasa (29/1/2019), setelah pasar di Amerika Serikat (AS) tutup.

Hasilnya, laba perusahaan tercatat sesuai dengan ekspektasi pasar meskipun penjualan iPhone masih di bawah perkiraan.



Laba per saham atau earnings per share (EPS) Apple tercatat US$4,18 (Rp 58.866) dibandingkan US$4,17 yang diperkirakan konsensus Refinitiv.


Pendapatan raksasa teknologi ini mencapai US$84,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan perkiraan US$83,97 miliar. Namun, pendapatan dari penjualan iPhone hanya mencapai US$51,98 miliar atau di bawah estimasi US$52,67 miliar.

Lega, Laba Apple Ternyata Sesuai Ekspektasi Meski iPhone LesuFoto: Philip W. Schiller, Senior Vice President Worldwide Marketing of Apple (REUTERS/Stephen Lam)

Saham Apple sontak melonjak 6% dalam perdagangan after market ke posisi US$165 per saham. Saham perusahaan sempat anjlok ke level US$157,92 pada 2 Januari lalu sehari setelah Apple mengumumkan pemangkasan proyeksi pendapatan kuartal lalu yang menyebabkan sahamnya rontok hingga 10%.


Perusahaan asal AS itu mengalami penurunan tajam untuk pendapatan iPhone mereka yang pada akhirnya mengganggu capaian pendapatan secara keseluruhan. Segmen iPhone mencatatkan margin kotor 34,3%, lebih rendah dibandingkan 38% bagi bisnis Apple secara keseluruhan, CNBC International melaporkan.

"Konsumen kami mempertahankan iPhone lama mereka sedikit lebih lama dibandingkan sebelumnya. Bila Anda menggabungkan hal ini dengan faktor makroekonomi khususnya di negara berkembang, ini pada akhirnya menjadi pendapatan iPhone yang turun 15% dibandingkan tahun lalu," kata CEO Apple Tim Cook dalam earnings call-nya.

Total penjualan Apple yang mencapai US$84,3 miliar merupakan penurunan 5% secara tahunan. Ini adalah penurunan tahunan pertama yang diderita perusahaan di musim liburan sejak 2001.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading