Simak! Inilah Hal-Hal yang Akan Buat IHSG Menghijau Tahun Ini
Anthony Kevin,
CNBC Indonesia
01 January 2019 20:27
Dari dalam negeri, sentimen positif bagi IHSG datang dari digelarnya pemilihan presiden pada bulan April mendatang. Pasar saham dan pemilihan presiden merupakan 2 sejoli yang begitu mesra ketika disandingkan bersama. Dalam 3 pemilihan presiden terakhir (2004, 2009, dan 2014), IHSG membukukan imbal hasil yang sangat-sangat impresif.
Pada tahun 2004, IHSG melejit hingga 44,56%. Kala itu, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Muhammad Jusuf Kalla memenangkan pertarungan melawan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.
Pada tahun 2009, IHSG meroket hingga 86,98%. Pada pertarungan tahun 2009, SBY berhasil mempertahankan posisi RI-1, namun dengan wakil yang berbeda. Ia didampingi oleh Boediono yang sebelumnya menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI). SBY-Boediono berhasil mengalahkan 2 pasangan calon yakni Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto.
Beralih ke tahun 2014, mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berhasil menempati tahta kepemimpinan tertinggi di Indonesia dengan menggandeng Jusuf Kalla sebagai wakilnya. Pada saat itu, IHSG melejit 22,29%.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/roy)
Pada tahun 2004, IHSG melejit hingga 44,56%. Kala itu, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Muhammad Jusuf Kalla memenangkan pertarungan melawan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.
Beralih ke tahun 2014, mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berhasil menempati tahta kepemimpinan tertinggi di Indonesia dengan menggandeng Jusuf Kalla sebagai wakilnya. Pada saat itu, IHSG melejit 22,29%.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/roy)