Masih Waspada, Ketatnya Likuiditas Bisa Berlanjut di 2019

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
04 December 2018 13:27
Masih Waspada, Ketatnya Likuiditas Bisa Berlanjut di 2019
Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Destry Damayanti memperkirakan likuiditas perbankan masih ketat pada tahun depan. Namun, kondisi likuditas perbankan tidak akan semakin memburuk.

"Tahun 2019 likuiditas bisa terkendali di 91-94%, artinya kita tidak lihat lebih ketat lagi, cukup dalam range waspada," ujar Destry ketika berbincang dengan Maria Katarina dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia, Selasa (4/12/2018).

Destry mengatakan, pada kuartal pertama 2019, penyaluran kredit akan melambat karena adanya pemilihan umum tetapi setelahnya kredit akan kembali mengalir deras.


"Pemilu, pengusaha agak mengerem sedikit eksposure mereka melihat ke depan. Akhir tahun ini masih kencang [pertumbuhan kredit]," terang Destry.

Destry menyarankan bank-bank kecil semakin disiplin dalam menyalurkan kredit dalam kondisi likuiditas ketat sehingga terhindar dari masalah. Bila bank kecil tetap agresif bisa membuat laba perusahaan tertekan.

Saat ini perbankan sedang dihadapkan masalah ketatnya likuiditas. Penyebabnya, tingginya pertumbuhan penyaluran kredit tanpa diikuti kenaikan DPK yang tinggi. Hal ini membuat loan to deposit ratio (LDR) bank umum tembus 94,09%.

Selain itu, bank-bank kecil juga sedang menghadapi tekanan karena bank menengah dan besar menawarkan bunga deposito tinggi di tengah ketatnya likuiditas. DPK bank kecil pun tumbuh rendah bahkan DPK bank BUKU II tumbuh minus hampir sepanjang tahun.

Destry menambahkan salah satu yang menarik dari kondisi saat ini adalah turunnya dana masyarakat yang diparkir di deposito sementara giro tumbuh kencang.

"Artinya bank menghadapi persaingan dengan instrumen lainnya. Mereka harus bisa bersaing untuk menarik dana dari masyarakat," jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]



(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading