Bank Kecil Minta OJK Batasi Bunga Deposito Bank Besar

Market - Ranny Virginia Utami, CNBC Indonesia
03 December 2018 16:20
Bank Kecil Minta OJK Batasi Bunga Deposito Bank Besar
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank kecil berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali turun tangan untuk selesaikan masalah ketatnya likuiditas di perbankan. Bank kecil berharap BI kembali menerapkan batas atas (capping) bunga deposito.

Direktur Utama Bank Dinar Indonesia, Hendra Lie mengatakan capping bunga deposito perlu dilakukan karena bank menengah dan besar mulai menawarkan bunga deposito terlalu tinggi dan membuat bank umum kegiatan usaha (BUKU) I dan BUKU II tidak mampu bersaing.

"Pembatasan ini masih wajar. Mereka BUKU 3 dan BUKU 4 produknya lebih beragam, mereka masih bisa leluasa mencari sumber pendanaan, sementara bank BUKU 1 dan BUKU 2 hanya bisa organik saja. Jadi sudah seharusnya rate-nya gak perlu lebih tinggi dari kami. Sekarang mereka lebih tinggi, ada yang sampai di atas 9% bahkan," keluh Hendra Lie kepada CNBC Indonesia, Senin (3/12/2018).


Hendra Lie menambahkan selisih bunga deposito yang terlalu lebar antara bank kecil dengan bank menengah dan besar akan membuat nasabah pindah ke bank besar. Nasabah mau menyimpan dana di bank kecil karena mengejar bunga deposito tinggi.

"Kalau nasabah disuruh pilih antara bank BUKU 1 dan BUKU 3 dengan selisih bunga deposito hingga 1%, tentu mereka akan lebih memilih bank BUKU 3. Padahal deposito itu produk andalan bank kecil," ujarnya.


Asal tahu saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah menerapkan capping suku bunga deposito pada 2015 silam. Waktu kondisi likuiditas memang ketat dan bank menengah dan kecil agresif menawarkan bunga deposito tinggi. Bahkan ada bank yang menawarkan bunga deposito di atas 10-12%.

Sebagai solusinya, OJK mematok bunga deposito BUKU IV maksimal BI rate plus 75 bps dan BUKU 3 maksimal BI rate plus 100 bps. Adapun BUKU 1 dan BUKU 2 tidak dipatok.

[Gambas:Video CNBC]

(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading