Internasional

Disney Raup Laba Rp 42 T, Tapi Tak Sesuai Ekspektasi

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
08 August 2018 13:55
Disney mengatakan pendapatan bisnis studionya tumbuh 20% secara tahunan menjadi US$2,88 miliar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja keuangan perusahaan hiburan Walt Disney Company gagal memenuhi ekspektasi pasar.

Disney melaporkan laba bersih US$1,87 (Rp 27.000) per saham di kuartal kedua atau lebih rendah dari US$1,95 yang diproyeksikan oleh Thomson Reuters. Secara total, laba bersih yang dapat diatribusikan ke Disney naik menjadi US$2,92 miliar (Rp 42 triliun) dibandingkan US$2,37 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Pendapatannya naik 7% menjadi US$15,23 miliar namun lebih rendah dari perkiraan analis US$15,34 miliar.


Meskipun tak mampu penuhi ekspektasi pasar, raksasa hiburan itu mengalami pertumbuhan yang kuat di bisnis studio, taman hiburan, dan unit siarannya.

Disney mengatakan pendapatan bisnis studionya tumbuh 20% secara tahunan menjadi US$2,88 miliar, didorong oleh kinerja box office yang kuat dari film 'Avengers: Infinity War' milik Marvel dan 'Incredibles 2' milik Pixar.

Kedua film tersebut dengan cepat memperoleh lebih dari US$1 miliar di box office global.

'Avengers: Infinity War', yang memiliki rekor penjualan tiket akhir pekan pembukaan terbesar sepanjang masa baik domestik maupun luar negeri, memperoleh kejayaan itu hanya dalam 11 hari. Pencapaian itu lebih cepat daripada yang pernah dicapai film lainnya dalam sejarah, tulis CNBC International.

Meski bisnis taman hiburan membukukan peningkatan pendapatan 6% secara tahunan menjadi US$5,19 miliar, namun segmen ini mengalami lonjakan laba operasional sebesar 15% dari tahun ke tahun menjadi US$1,34 miliar.

Disney mengatakan lonjakan pendapatan operasional didorong oleh naiknya pengeluaran pengunjung di tengah lebih tingginya harga tiket rata-rata dan tarif kamar, serta peningkatan belanja makanan, minuman, dan merchandise.


Bisnis penyiaran Disney mengalami pertumbuhan pendapatan operasional 43% dari tahun ke tahun menjadi US$361 juta di tengah semakin tingginya penjualan program, pertumbuhan pendapatan afiliasi, dan pendapatan iklan jaringan. Perusahaan mengatakan naiknya penjualan dari 'Designated Survivor', 'How to Get Away with Murder' dan 'Grey's Anatomy' membantu mendorong peningkatan itu.

Pada bulan April, Disney meluncurkan ESPN Plus, layanan streaming yang berfokus pada olahraga. Sementara layanan ini masih dalam masa-masa awal, kata CEO Bob Iger dalam pengumuman pendapatan Selasa, bahwa layanan tersebut sudah melihat tingkat konversi 'yang kuat' dari uji coba gratis ke langganan berbayar. CEO lama mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah berlangganan melebihi harapan perusahaan, tetapi tidak memberikan angka spesifik untuk metrik itu.

Pendapatan kuartalan Disney ini diumumkan ketika raksasa hiburan itu sedang dalam proses mengakuisisi sebagian besar kepemilikan Twenty-First Century Fox.

Pada bulan Juli, pemegang saham dari kedua perusahaan menyetujui akuisisi senilai US$71,3 miliar dalam uang tunai dan saham untuk menggabungkan Disney dengan perusahaan film dan studio televisi Fox. Disney juga akan mengambil saham Fox di operator TV berbayar Eropa Sky, Star India, dan Hulu.

Kesepakatan itu disetujui oleh regulator antimonopili AS pada akhir Juni, dengan syarat bahwa Disney akan menjual jaringan olahraga regional Fox. Disney masih perlu menyelesaikan rintangan regulasi di luar negeri.

Dengan membeli aset Fox, Disney dapat mengembangkan daftar kontennya sembari bersiap untuk meluncurkan layanan streaming sendiri pada tahun 2019.

CEO Bob Iger mengatakan kepada CNBC pada bulan Desember bahwa tujuan dari kesepakatan tersebut "adalah untuk membuat konten berkualitas lebih tinggi dan kemudian mendistribusikannya dengan cara yang lebih disukai konsumen dan sesuai permintaan konsumen di dunia saat ini."

Pastinya, konten yang sudah dimiliki Disney akan tetap baik-baik saja meski terdapat banyak upaya baru. Raksasa hiburan itu menerima 39 nominasi Emmy tahun ini.

Saham Disney telah naik 6% sepanjang 2018, mencapai rekor tertinggi dalam 52 minggu di US$114,68 pada 19 Juli.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading