Fokus Investor

TOWR Buyback Saham, PGN Akuisisi Pertagas Tanpa Rights Issue

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia 05 July 2018 07:19
TOWR Buyback Saham, PGN Akuisisi Pertagas Tanpa Rights Issue
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,77% ke level 5.733,64 pada perdagangan kemarin, Rabu (4/7/18), walaupun sempat terkoreksi dalam dan meninggalkan level 5.600. Penguatan itu didorong penguatan harga saham perbankan dan barang-barang konsumen serta sentimen domestik maupun regional.

Selain berbagai informasi aksi dan rencana korporasi diumumkan kemarin, terdapat juga berbagai rencana berbagai perusahaan yang bergerak di usaha properti dan media untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Berikut aksi korporasi yang dirangkum CNBC Indonesia.



1. PGN Tak Perlu Rights Issue untuk Akuisisi Pertagas
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan proses akuisisi Pertagas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sesuai dengan rencana pemerintah.


Terkait dengan nilai akuisisi Pertagas yang lumayan mahal, Rini masih optimistis PGN bisa menyelesaikan transaksi tanpa ada kendala keuangan. Dengan begitu, kata Rini, tidak perlu upaya seperti rights issue oleh PGN untuk akuisisi anak usaha PT Pertamina (Persero) itu.


2. Harga Saham Anjlok, TOWR Siapkan Rp 25,5 M untuk Buyback
Emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum, yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), mengalokasikan dana Rp 25,5 miliar untuk pembelian kembali saham (buyback). Keterbukaan informasi emiten menunjukkan rencana itu akan diajukan kepada pemegang saham dalam RUPSLB yang diagendakan pada 10 Agustus 2018.


Jika niat itu diluluskan pemegang saham, TOWR memiliki rentang waktu sejak Agustus hingga Februari 2020 untuk memanfaatkan dana jika dinilai perlu melakukan buyback.


3. Jaga Rasio Utang, INDY Selektif Ekspansi Usaha
PT Indika Energy Tbk (INDY) menilai kondisi keuangan perusahaan di tahun ini relatif sehat meski rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) sebesar 2,24 kali. Rasio utang tersebut masih sehat, karena perseroan menggunakan dananya untuk ekspansi usaha yang berpotensi meningkatkan kinerja bottom line perusahaan.


Direktur Utama Indika Energi Arsjad Rasjid mengatakan, kondisi neraca keuangan perusahaan saat ini masih sehat dengan level utang tak terlalu besar jika dibanding dengan modal. Dia menilai perusahaan akan dapat menjaga kondisi saat ini hingga akhir tahun.

4. Bangun Bandara Baru, AP II Terbitkan Obligasi Rp 1 T
PT Angkasa Pura II berencana untuk menerbitkan obligasi jangka panjang senilai Rp 1 triliun pada akhir tahun ini. Dana dari hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan AP II untuk pengembangan operasi bandar udara baru.


Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan dana tersebut akan masuk dalam anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2019 mendatang. Pada periode 2018-2022 perseroan memproyeksikaan capex sebesar Rp 100 triliun.


5. Incar Rp 1 T, Net TV Akan IPO
PT Net Visi Media (Net TV) akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada Agustus mendatang. Dari aksi korporasi tersebut perusahaan menargetkan perolehan dana secara total sebesar Rp 1 triliun.


Associate Director of Investement Banking NH Korindo Sekuritas Rama Gautama mengatakan langkah IPO ini dilakukan perusahaan dengan melepas sahamnya ke publik sekaligus obligasi wajib konversi (mandatory convertible bonds/MCB) yang pernah diterbitkan perusahaan sebelumnya.


6. Pengembang Gangnam District IPO, Himpun Dana Rp 767,41 M
PT Pollux Properti Indonesia akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 1,24 miliar. Jumlah saham tersebut setara dengan 15% sahamnya ke publik dan menargetkan memperoleh dana sebesar Rp 767,41 miliar.


Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGS N Yetna Setia mengatakan perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk ekspansi usaha dengan mengakuisisi sebuah perusahaan properti dan modal kerja. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading