Fokus Investor

Hary Tanoe Lepas Saham MNC Vision, Medco Terbitkan Obligasi

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 June 2018 08:48
Rangkuman aksi korporasi emiten di BEI yang terjadi pada perdagangan hari Rabu (27/6/2018).
Jakarta, CNBC Indonesia - Meski pemerintah telah menetapkan hari Rabu (27/6/2018) kemarin sebagai hari libur nasional karena penyelenggaraan pemilihan kepala derah (pilkada) serentak, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap buka. Sejumlah emiten juga tak meliburkan diri.

Berikut beberapa hal yang terjadi kemarin dan patut disimak oleh investor yang telah dirangkum oleh CNBC Indonesia hari Kamis (28/6/2018).


1. Penjualan Naik, Tapi Porsi Ekspor Indah Kiat Kuartal I Turun

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mencatatkan peningkatan penjualan bersih 13,1% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi US$843,71 juta atau Rp 11,99 triliun. Namun, porsi penjualan ekspor perseroan tercatat turun menjadi 47% dari total nilai penjualan dibandingkan periode yang sama 2017 di mana porsi nilai ekspor mencapai 50%.



Selain itu, perusahaan berencana mendirikan pabrik kemasan (packaging) di kawasan Karawang Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai US$ 600 juta atau Rp 8,52 triliun.
2. Cari Mitra Strategis, Hary Tanoe Lepas Saham MNC Vision

PT Global Mediacom Tbk (BMTR), yang dikendalikan Hary Tanoesoedibjo, berencana melakukan pelepasan saham di PT MNC Vision Networks (MVN) yang akan selesai pada akhir 2018. Target dari pelepasan saham tersebut adalah 40% yang terdiri dari saham lama dan saham baru.
Direktur Keuangan Global Mediacom Oeriyanto Guyandi menjelaskan tujuan dari pelepasan saham ini adalah untuk membuka peluang masuknya investor strategis.


"Namun untuk investor strategis yang akan berpartisipasi belum bisa di-disclose. Ada beberapa, tapi tidak banyak karena lebih ke arah jangka panjang," ujarnya saat ditemui usai RUPS Global Mediacom di INews Tower, Rabu (27/6/2018).

3. SMMT Dorong Kapasitas Produksi Jadi 1,8 Juta Ton di 2018

Perusahaan pertambangan batu bara, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), menargetkan adanya peningkatan kapasitas produksi menjadi 1,8 juta ton batu bara di 2018 ini, dari yang sebelumnya sebesar 1 juta ton. Strategi perusahaan untuk mencapai hal tersebut, yakni dengan meningkatkan utilisasi dari infrastruktur yang sudah dimiliki perusahaan.


Dengan begitu, nantinya dalam tiga tahun ke depan, kapasitas produksi perusahaan bisa mencapai 3-5 juta ton batu bara per tahun.

4. Jaga Rasio Utang, BSD Cari Investor Strategis untuk Ekspansi

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) makin matang melaksanakan rencana private placement dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1,92 miliar unit saham atau setara dengan 10% dari saham perusahaan.


Rencana fund raising ini dilakukan setelah perusahaan memutuskan membatalkan penerbitan obligasinya.


5. Kedai Kopi Milik Grup Lippo Rilis MTN Lagi Rp 15,8 M

Kedai kopi modern milik Grup Lippo, Maxx Coffee, kembali menerbitkan surat utang jangka menengah (medium-term notes/ MTN) senilai Rp 15,8 miliar di pasar modal.


MTN tersebut akan memberikan kupon bunga 11,5% per tahun serta bertenor empat tahun 293 hari.

6. Hary Tanoe Jual Bisnis Batu Bara, Target Minimal Rp 2,78 T

PT. MNC Investama Tbk (BHIT) atau MNC Group berencana melakukan divestasi atau menjual bisnisnya di bidang batu bara. Adapun target dana dari divestasi tersebut minimal US$100 juta (Rp 1,39 triliun) - US$200 juta (Rp 2,78 triliun).


Rencana divestasi bisnis batubara ini diutamakan untuk tambang batubara yang mulai beroperasi.

7. Medco Power Rilis Obligasi Rp 1,2 Triliun

Perusahaan listrik milik Grup Medco, PT Medco Power Indonesia, segera mencatatkan surat utang konvensional dan sukuk pada 4 Juli 2018. Jumlah masing-masing jenis surat utang itu adalah Rp 600 miliar dan Rp 600 miliar.


Total penerbitan efek utang tersebut menjadi Rp 1,2 triliun, sesuai dengan prediksi saat penawaran awal obligasi tersebut.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading