Ratu Prabu Gandeng Tiga Perusahaan Garap LRT

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 May 2018 08:44
Ratu Prabu Gandeng Tiga Perusahaan Garap LRT
Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) serius membangun Light Rail Transit (LRT) mulai tampak. Perseroan mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandumof Understanding/MoU) dengan tiga perusahaan dalam rangka kerja sama operasi membangun proyek

Ratu Prabu Energi akan berkerjasama dengan PT OfCOS KONESIA (OK), Olive Tree Advisory Limited (OTAL) dan Olive Tree Ccorporation Co., Ltd (OTCCL), untuk engineering procurement dan construction dan financing (EPC+F) serta operations dan maintenance. Kesepaktan tersebut sudah ditandatangani pada 21 Mei 2018 lalu.

Ratu Prabu Gandeng Tiga Perusahaan Garap LRTFoto: Aris Rahardian

Menurut rencana Ratu Prabu Energi akan membangun LRT Jabodetabek sepanjang 485 kilometer. Pengerjaan ini memiliki skema business to business (B to B) dengan Ratu Prabu Energi menjadi leadnya untuk melakukan segala bentuk komunikasi, diskusi dan negosiasi dengan pemerintah untuk melancarkan pengerjaa proyek tersebut.


Sementara OK, OTAL dan OTCCL akan melakukan tugas lainnya yakni engineerin, procurement adn construction + financing (EPC+F) serta operation and maintenance (o&M) nantinya.

Dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa partner kerja perusahaan akan menyediakan pendanaan yang berasal dari Korea Selatan dan/atau lembaga pembiayaan internasional lainnya.


Langkah ini merupakan realisasi lebih lanjut dari rencana perusahaan untuk membangun transportasi massa di wilayah Jabbodetabek yang diperkirakan akan memakan dana mencapai Rp 415 triliun.

Sebelumnya perusahaan menyatakan bahwa usai MoU ditandatangani, perusahaan bersama dengan kontraktor terpilih dan konsultan dari Bechtel akan membentuk satu perusahaan baru dengan bentuk joint venture (JV) untuk menangani proyek tersebut.

Jika sesuai dengan rencana maka pembangunan tahap I akan mulai dilakukan pada akhir 2019 setelah semua pendanaan diselesaikan. Diperkirakan tahap I akan memakan dana sebesar Rp 94 triliun untuk 115 kilometer. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading