Bangkrut, Forever 21 Tutup Ratusan Gerai di Asia & Eropa

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
30 September 2019 11:29
Bangkrut, Forever 21 Tutup Ratusan Gerai di Asia & Eropa
Jakarta, CNBC Indonesia - Gerai fashion ritel Forever 21 resmi mengajukan pailit akibat terlilit utang dan turunnya daya beli masyarakat.

Untuk operasional selama ini, perusahaan telah meminjam US$ 275 juta dari JP Morgan Chase dan US$ 75 juta dari TPG Sixth Street Partners. Dilansir dari CNBC Internasional, juru bicara Forever 21 mengatakan perusahaan merencanakan untuk menutup 178 gerai di Amerika Serikat terlebih dulu.




Diketahui, Forever 21 memiliki 815 gerai yang tersebar global, termasuk di Jakarta. Setelah Amerika, perusahaan berencana menutup sejumlah gerainya dan keluar dari pasar Asia dan Eropa. "Namun akan tetap melanjutkan operasional di Meksiko dan Amerika latin, dan belum ada rencana untuk keluar dari pasar-pasar utama di Amerika Serikat," rilis perusahaan, Minggu malam, (29/9/2019).

Forever 21 menjadi salah satu gerai yang gugur dalam setahun terakhir, sebelumya gerai ritel yang sulit bertahan adalah Barneys & Mattress yang juga pailit dan menutup gerai.

Gerai-gerai ritel memang sedang hadapi kesulitan dalam beberapa tahun terakhir akibat pesatnya bisnis situs online. Selain itu, mereka juga terdampak naiknya harga sewa toko di tengah penurunan konsumen.

Forever 21 yang bermarkas di Los Angeles didirikan pada tahun 1984. Sebelumnya pasangan pendiri Forever 21 juga melepas status mereka sebagai miliuner di Amerika Serikat.

Pasangan pendiri gerai ritel Forever 21 Jin Sook dan Do Won Chang terdepak dari daftar jajaran miliuner Amerika Serikat tahun ini. Bisnisnya dikabarkan tengah lesu, akibat persaingan ketat dengan H&M.

Pasangan suami istri berdarah Korea Selatan ini sempat memiliki kekayaan gabungan senilai US$ 5,9 miliar atau Rp 84 triliun pada 2015, dikutip dari Forbes. Kini, harta keduanya anjlok hanya menjadi US$ 1,6 miliar.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading