Gawat! Ramai-ramai Perusahaan Ritel Tutup, Ada Apa?

Lifestyle - Rehia Sebayang & Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
01 October 2019 09:42
Gawat! Ramai-ramai Perusahaan Ritel Tutup, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia- Periode 3 tahun terakhir ini merupakan tahun yang buruk bagi industri ritel karena serangan bertubi-tubi perdagangan elektronik alias e-commerce sehingga membuat banyak perusahaan ritel besar dinyatakan pailit.

Teranyar adalah Forever 21. Perusahaan ini mengajukan kebangkrutan pada Minggu (29/9/2019). Perusahaan fesyen yang bermarkas di Los Angeles, California, AS ini kalah bersaing, terutama dengan gempuran e-commerce ritel online, dalam hal ini Amazon.

Dalam pengajuan pailit ke pengadilan setempat, perusahaan ini mendaftarkan aset dan kewajiban dalam kisaran US$ 1 miliar hingga US$ 10 miliar.



Dari total 815 gerai yang dimiliki, Forever 21 akan mulai menutup 178 gerai di AS. Lalu disusul gerai Eropa dan Asia. Belum ada kejelasan terkait nasib pegawai toko fesyen ini.

Forever 21 bukan ritel pertama yang bangkrut di AS. Berikut rangkuman CNBC Indonesia yang dikutip dari Business Insider.

Tahun 2019:

1. Bauty Brands
2. Innovative Mattress Solutions
3. Shopko
4. Gymboree
5. FullBeauty Brands
6. Charlotte Russe
7. Things Remembered
8. Payless ShoeSource
9. Diesel
10. Z Gallerie
11. Roberto Cavalli
12. Kona Grill
13. Perkins & Marie Callender's
14. Barneys New York
15. A'gaci
16. Fred's
17. Sugarfina
18. Forever 21

Dalam penelitian CB Insights, setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan perusahaan-perusahaan ini bangkrut yakni penurunan penjualan fisik ritel, lambannya masuk ke bisnis digital, dan utang yang menumpuk.

"Dengan beralih ke e-commerce, semakin sedikit pelanggan yang berbelanja di pengecer fisik besar dan mal," tulis riset tersebut.

"Pengecer besar ini juga lamban membangun kehadiran bisnis online-nya. Dengan munculnya merk seperti Amazon, peritel yang tidak cukup cepat beradaptasi pasti gagal bersaing,".




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading