Tak Cuma Naik Haji, Tukang Bubur Ini Raup Rp 15 Juta Sehari!

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
23 September 2019 13:51
Kisah tukang bubur di Cikini ini bisa jadi inspirasi sendiri, sehari bisa raup Rp 15 juta.
Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa yang tak ingat sinetron tukang bubur naik haji, kisah tentang tukang bubur yang setelah usaha keras akhirnya bisa berangkat ke tanah suci bersama keluarga mereka.

Nah, di Jakarta, ada juga kisah tukang bubur yang sukses. Tak cuma bisa berangkat haji, tapi juga bisa kantongi Rp 8 juta sampai Rp 15 juta sehari dari berdagang bubur. Buat yang tinggal di kawasan Jakarta Pusat pasti juga sudah familiar, yakni bubur Cikini. 

Bubur Cikini HR Suleman atau populer dengan nama Burcik, berada di jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Bisnis ini sudah ada di Jakarta sejak tahun 1987.




Kerap disambangi banyak pengunjung ternyata bubur ini ada bisnis keluarga turun temurun. Adapun daya tarik utama di sini adalah topping telur ayam kampung mentah yang dibenamkan di tengah-tengah bubur panas. Citarasanya sangat khas, ada aroma jahe yang membuatnya semakin unik.

Widya Mega Sari mendapat mandat dari sang ayah untuk meneruskan bisnis keluarganya pada tahun 2008. Widya pun kini menjadi penerus untuk generasi ke-4 bisnis bubur cikini.

Bisnis ini sempat mengalami pasang surut dimana dulunya hanya sebuah gerobak yang biasa mangkal di sekitar Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, hingga kini bisa menetap di sebuah ruko dari tahun 2009.

"Jadi ini berdirinya ini sejak tahun 1987. Awalnya Bubur Cikini berjualan di piggir jalan dengan gerobak pernah dan pernah berpindah-pindah tempat di pasar hias dan depan pengadilan. Lalu kami baru pindah tahun 2009 pindah ke ruko sampai saat ini," ujar Widya kepada CNBC Indonesia, pekan lalu.

Widya membeberkan bahwa bisnis ini bisa bertahan karena ia masih menjaga resep secara turun-temurun. Sejak  bubur ayam cikini hadir tidak menggunakan penyedap dan hanya memakai kaldu ayam kampung.

"Yang buat spesial dan bertahan hingga saat ini tentu karena tidak memakai msg atau garam. Jadi kita pure kaldu ayam kampung saja," papar nya.

Untuk jumlah pengunjung, dia mengaku tidaklah pasti minimal 70 pengunjung setiap harinya. Harga dibanderol pun sangat terjangkau Rp 24 ribu hingga 27 ribu saja. Widya bisa mengantongi Rp 8 hingga Rp 15 juta per hari untuk omzetnya. Kedepannya dalam waktu dekat, bubur cikini akan segera melakukan ekspansi untuk melebarkan bisnisnya.

Tak Cuma Naik Haji, Tukang Bubur Ini Raup Rp 15 Juta Sehari!Foto: infografis/infografis 3 Hal Sebelum Mulai Bisnis Kuliner/Aristya Rahadian Krisabella



(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading