Intip Dapur Nasi Goreng Kebon Sirih, Cuan Rp 24 Juta/hari!

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 September 2019 10:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa yang tak kenal kuliner Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih? Gerobak nasi goreng legenda yang berada di bilangan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat ini sudah mulai berjualan sejak tahun 1958 oleh Almarhum Haji Nein.

Dalam sebuah kesempatan, CNBC Indonesia bertemu dengan penerus generasi kedua Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, yaitu Rahadi (47), anak keenam dari Almarhum Haji Nein. Rahadi menceritakan awal mula terbentuknya bisnis keluarga ini.

"Nasi Goreng Kebon Sirih dibangun oleh orang tua saya, Haji Nein. Beliau memulai ini sudah 61 tahun. Kalau untuk nama sendiri, dulu cuma 'nasi goreng' aja, lalu karena masukan dari anak-anak, diganti namanya jadi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih untuk mencirikan nama tempatnya," ujar Rahadi kepada CNBC Indonesia.




Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih memiliki beberapa varian menu, seperti nasi goreng, sop, dan sate kambing. Untuk yang tidak menyukai kuliner kambing, bisa mencicipi varian nasi goreng ayam atau bakso dan sosis, serta sate ayam.

Semua menu dibanderol Rp 41.000 per porsi dengan menu nasi goreng kambing menjadi primadona sejak dahulu. Kekhasan dari gerobakan Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih adalah nasi goreng yang sudah jadi, disatukan di satu kuali besar.

"Kalau di gerobakan, satu kuali itu isinya ada 100 lebih porsi. Rata-rata per hari terjual lebih dari 600 porsi. Kalau omzet per hari, kita hitung rata-rata saja, karena semua harganya sama. Kira-kira lebih dari Rp 24 juta," ungkap Rahadi.

Sudah berdiri selama 61 tahun, membuat Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih tidak main-main dalam mendapatkan bahan-bahan masakannya. Rahadi mengatakan, daging kambing ia dapatkan dari supplier Haji Ajam yang berlokasi di Tanah Abang.



"Kita punya langganan supplier daging kambing yang sesuai dengan kriteria kita. Kita sudah cocok dengan supplier sekarang, yang juga turun-temurun. Kalau gak salah sekarang juga generasi kedua yang ngejalaninnya," imbuhnya.

Rahadi sendiri selalu meminta potongan daging yang paling empuk, dan hanya menggunakannya untuk dihabiskan selama sehari. Jika lewat sehari, daging-daging tersebut tidak akan digunakan dan dibuang.

"Kalau penjualan lagi bagus, kita minta 100 kilo per hari dengan potongan untuk nasi goreng, sop, dan sate kambing. Datang tiap pagi dagingnya. Supaya maksimal, kita juga hanya menggunakan daging sehari. Masuk dua hari udah gak bisa dimakan karena aromanya beda. Kalau gitu pasti kita buang," papar Rahadi.



Intip Dapur Nasi Goreng Kebon Sirih, Cuan Rp 24 Juta/hari!Foto: Generasi kedua dari Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Rahadi (47). (CNBC Indonesia/Thea Fathanah Arbar)



Intip Dapur Nasi Goreng Kebon Sirih, Cuan Rp 24 Juta/hari!Foto: Nasi goreng kambing kebon sirih (Instagram)


Dari Gerobak jadi Restoran
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading