Perempuan Korea Buka Suara Soal Skandal Seks Seungri Cs

Lifestyle - Gustidha Budiartie & Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
16 March 2019 - 11:35
Perempuan Korea Buka Suara Soal Skandal Seks Seungri Cs
Jakarta, CNBC Indonesia- Mega skandal Seungri ibarat kotak pandora. Begitu terbuka, semua isu terkait pelecehan seksual dan prilaku pria Korea yang selama ini terpendam terangkat ke permukaan.

Mega skandal Seungri berawal dari bocornya obrolan grup chat Kakao Talks oleh seorang whistleblower. Percakapan yang tersedot mulai dari tahun 2015 hingga 2016, melibatkan Seungri dan beberapa kawan serta rekan bisnisnya.




Dari obrolan tersebut diketahui, klub malam yang dikelola Seungri menyediakan jasa prostitusi ilegal untuk jajaran eksekutif dan investor asing. Klub ini ia kelola di bawah Yuri Holdings, bersama rekannya Yoo In Suk yang menjadi CEO perusahaan sejak 2016.

Lalu terdapat juga obrolan grup chat, bernuansa 'iseng' dan digagas oleh Jung Joon Young, kawan Seungri. Joon Young diketahui acapkali merekam aktivitas seksualnya secara diam-diam dan membagikannya ke kawan-kawannya.



Merekam video seksual ataupun merekam video perempuan secara sembunyi-sembunyi, sebenarnya sedang jadi isu dan protes utama kaum wanita Korea Selatan belakangan ini.

Dilansir dari CNN International, pakar dan pemerhati Korea dari University of Chicago Jenna Gibson menyebut skandal Seungri ini adalah skandal seksual terparah yang melibatkan bintang Kpop sepanjang sejarah.

"Kasus ini muncul di tengah prilaku pria Korea Selatan kepada kaum wanita yang memprihatinkan sejak tahun lalu," jelas Jenna.

"Puluhan ribu wanita turun ke jalan-jalan utama di Seoul dan memprotes penyakit epidemik di mana para pria hobi merekam ilegal aksi pelecehan seksual. Mereka turun sambil membawa spanduk 'Hidup Kami Bukan Bahan Film Porno'."

Tentu saja dalam kasus Seungri kali ini, publik coba mengendus siapa-siapa wanita yang jadi korban. Salah satu yang disebut menjadi korban Seungri Cs adalah aktris Oh Cho Hee.

Gara-gara dugaan ini, Cho Hee sampai harus klarifikasi di akun instagramnya. "Itu semua tidak benar," kata dia.

Dilansir dari AFP, para aktivis wanita mengatakan para korban pelecehan seksual di Korea Selatan, terutama jika ia figur publik, akan sulit mengakui bahwa dirinya korban. Karena itu dinilai bisa mengancam statusnya sebagai wanita.

Musababnya jelas, karena budaya tradisional Korea cenderung menyalahkan si perempuan.

"Idealnya wanita tidak perlu khawatir reputasi mereka hancur karena masalah ini, seharusnya pria yang malu," ujar aktivis wanita Kang Min Jin.

Tapi, artis wanita biasanya ditekan oleh agensi mereka. "Agensi Kpop khawatir kalau reputasi perusahaan akan hancur, karena mereka menganggap aktor atau penyanyi perempuan mereka itu produk. Mereka khawatir produknya tidak laku lagi dijual di pasaran."

Industri hiburan Korea Selatan memang memiliki sejarah gelap bagi perempuan yang jadi korban skandal seks, terutama jika 'video porno' mereka tersebar.

Peneliti di Korean Women Development Institute Lee Soo Yeon memaparkan kasus yang terjadi pada tahun 2000-an. Di mana seorang penyanyi direkam secara ilegal saat berhubungan seksual dan disebarluaskan oleh mantan managernya yang sakit hati.

Alhasil, si penyanyi ini justru dihujani kritik, meskipun ia korban. Malah, si penyanyi meminta maaf dalam konferensi pers yang ditayangkan televisi karena telah membuat kegaduhan di publik.

Perempuan Korea Buka Suara Soal Skandal Seks Seungri Cs Foto: Warga Korea Selatan yang mengenakan pakaian tradisional "Hanbok" mereka tampil dalam rapat umum untuk memperingati seratus tahun Gerakan Kemerdekaan Pertama Maret melawan pemerintahan kolonial Jepang (1910-45), di Seoul, Korea Selatan, Jumat, 1 Maret 2019. (AP / Ahn Young-joon)


Lantas apa yang terjadi dengan karirnya?  Dia tidak muncul lagi di layar tv hingga 5 tahun lamanya.

Ada juga aktris yang rekamannya disebar oleh mantan kekasihnya pada 1998, dan dia tidak bisa kembali ke dunia seni peran hingga 7 tahun lamanya.

"Para wanita itu dikritik sebagian karena status mereka belum menikah," kata Lee Soo-yeon.



"Mereka dipandang sebagai tokoh publik yang tidak bertanggung jawab dan hidup bebas karena tidur dengan pria yang bukan suaminya. Jadi dipikirnya, sebagian adalah kesalahan mereka bahwa kebocoran itu terjadi," katanya kepada AFP.

Sementara memproduksi dan berbagi konten seperti itu termasuk pelanggaran hukum di Korea Selatan, Lee mengatakan pandangan konservatif tentang kesucian wanita masih berlaku, sebagaimana tercermin dalam skandal K-pop saat ini.

"Banyak orang berpikir itu tidak pantas untuk wanita yang tidak menikah untuk melakukan hubungan seks, terlepas dari pandangan yang benar atau salah. Dan stigma bisa sangat parah bagi wanita yang merupakan public figure," katanya. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading