Liputan Khusus

Masuk Indonesia, Pajak Mobil Listrik Tesla Bisa Capai 116%!

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
06 January 2019 14:17
Masuk Indonesia, Pajak Mobil Listrik Tesla Bisa Capai 116%!
Jakarta, CNBC Indonesia - Seperti diketahui mobil listrik impor masih belum mendapatkan insentif dari pemerintah. Ini termasuk mobil listrik mewah asal Amerika Serikat (AS), Tesla, yang tengah menjadi perbincangan hangat di dalam dan luar negeri.

Presiden Direktur Prestige Image Motorcars Rudy Salim mengaku bahwa pajak mobil listrik masih tinggi. Tidak hanya itu, mobil ini juga tidak memiliki keagenan khusus seperti merek mobil lainnya.

Masuk Indonesia, Pajak Mobil Listrik Tesla Bisa Capai 116%!Tesla Model S (Foto: Ist)

"Tesla ini berasal dari Amerika dan dasarnya adalah mobil setir kiri. Dan Tesla tidak membuka keagenan seperti pabrikan mobil lain yang punya agen khusus yang ada distributor," kata Rudy kepada CNBC Indonesia baru-baru ini.


Dia menuturkan bahwa distribusi Tesla langsung dipegang oleh Tesla California. Tesla yang dihadirkan di Indonesia, kata Rudy, didatangkan dari beberapa negara, seperti Hong Kong dan Inggris, yang juga menggunakan setir kanan.

Mobil yang masuk ke di Indonesia haruslah melunasi berbagai pajak. Mobil listrik Tesla yang dijual di dalam negeri dikenakan bea masuk 35%, PPN 10%, PPnBM 68,5% (dianggap mobil dengan mesin di bawah 3.000 cc), dan PPh 2,5%. Sehingga, total besaran pajak saja mencapai 116% dari harga mobil listrik itu.

Berbicara profit, Rudy mengaku bahwa tak banyak mengambil keuntungan dari penjualan mobil listrik Tesla. Sebab beban pajak yang telah dibayarkan tentunya sudah cukup memberatkan sehingga untuk itu ia pun harus menjual dengan harga yang lebih relevan agar cepat laku.

"Jadi sebenarnya karena sudah banyak beban pajak yang dibayarkan saya tidak mengambil keuntungan yang banyak. Kalau [cari untung] besar-besar, tidak akan cepat laku. Jadi, yang relevan saja," kata dia.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading