Internasional

Harga Terlalu Mahal, Apple iPhone Diobral

Fintech - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
14 January 2019 14:42
Harga Terlalu Mahal, Apple iPhone Diobral Foto: Apple products (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNBC Indonesia - Model Apple iPhone terbaru menghadapi diskon besar-besaran di China karena para peritel mencoba menjual perangkat yang tengah mengalami masa sulit itu.

Itu terjadi ketika raksasa teknologi Apple mengabarkan penjualan China yang buruk, yang dikatakan para ahli karena harganya terlalu tinggi untuk pasar smartphone terbesar di dunia, dan kurangnya fitur inovatif dibandingkan dengan pesaing lokal lainnya seperti Huawei.



Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu awal bulan ini mengakui mengalami penjualan rendah yang tak terduga di pasar China, dan akan mengarah pada pendapatan kuartal pertama yang lebih buruk dari yang diperkirakan.


Salah satu pemotongan harga iPhone terbaru di negara itu berasal dari Suning, pengecer besar China, yang menurunkan harga versi 128GB iPhone XR dari 6.999 yuan (Rp 14,5 juta) menjadi 5.799 yuan atau diskon 1.200 yuan, dilansir dari CNBC International.

Penjual pihak ketiga di situs web menawarkan harga yang lebih murah demi menjual stok iPhone. Satu penjual menjual versi 256GB iPhone XS Max, perangkat Apple paling premium, seharga 9.699 yuan (Rp 20,3 juta), jauh di bawah harga jual resmi perusahaan AS sebesar 10.999 yuan.

Namun, harga tersebut tetap lebih mahal daripada di AS, di mana ponsel yang sama akan dijual seharga US$1.249 (Rp 17,7 juta), menurut situs web Apple.

Harga Terlalu Mahal, Apple iPhone DiobralFoto: Pelanggan dari Vietnam mengambil foto pembelian iPhone XS mereka di Apple Store di Singapura 21 September 2018. (REUTERS / Edgar Su)

Dan itu hanya di satu situs. Sunion, peritel Apple lainnya, mengiklankan 700 yuan versi 128GB dan 256GB. Situs E-commerce Pinduoduo, yang memungkinkan pihak ketiga menjual produk, juga mendapat diskon besar-besaran di semua model iPhone terbaru.

Para ahli dan konsumen lokal mengatakan masalah Apple di China ada dua faktor utama, yaitu salah dalam penetapan harganya dan telah gagal memperkenalkan fitur menarik bagi konsumen di pasar teknologi yang berpikiran maju. Sekarang, kata analis, pesaing telah mengambil pangsa pasar di ruang smartphone premium.


Soal harga

Dalam sebuah surat publik yang dirilis pada 2 Januari, CEO Apple Tim Cook menyalahkan perlambatan ekonomi China dan meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS sebagai salah satu alasan utama menurunkan penjualan kuartal pertama.

Namun, para ahli mengatakan kepada CNBC International bahwa sebagian besar masalah iPhone di China disebabkan oleh perusahaan yang menetapkan harga yang salah.

Sebagai contoh, iPhone XS Max 512GB milik Apple, yang paling mahal dari model-model baru, harganya US$1.499 di AS. Tetapi di ekonomi terbesar Asia, harga yang tidak didiskon adalah 12.799 yuan, atau hampir US$1.900, lebih mahal 26%. Variasi lain dari model iPhone terbaru memiliki harga premium yang serupa di China.


Dari catatan, XR dimaksudkan menjadi yang termurah dari model-model baru, tetapi telah terbukti terlalu mahal bagi banyak konsumen China, yang diminta membayar premi sebesar 28% dibandingkan dengan pembeli Amerika.

"Perang perdagangan adalah sebab dari kebisingan dan lebih dari alasan kambing hitam, dengan masalah nyata permintaan iPhone XR dan produk yang salah harga di pasar China yang kompetitif," Daniel Ives, direktur pelaksana penelitian ekuitas di Wedbush Securities, mengatakan kepada CNBC melalui email.

"Sudah waktunya bagi Cook dan Apple bercermin, menerima pil pahit terkait penetapan harga dan eksekusi dan bergerak maju dengan markas terbesar di dunia untuk membawa perusahaan ini dari bab kelam di Cupertino," tambahnya.

Apple tidak memberikan indikasi apakah mereka akan memotong harga di toko resminya di China atau tidak. Perusahaan tidak menjawab permintaan CNBC untuk berkomentar.

Harga Terlalu Mahal, Apple iPhone DiobralFoto: Infografis/Gaji Bos Apple/Edward Ricardo

Di seluruh China, Apple menawarkan kesepakatan di mana perusahaan akan menjual iPhone XR seharga 4.399 yuan (US$651) jika seorang pelanggan melakukan tukar tambah iPhone 7 Plus, sebuah handset berusia dua tahun. Itu adalah upaya meningkatkan pengguna, tetapi tidak semua pemilik iPhone di China tertarik membeli perangkat yang lebih baru.

Karen Xiao, pengguna iPhone 7 yang tinggal di Guangzhou, mengatakan harga iPhone baru terlalu tinggi dan modelnya saat ini masih berfungsi dengan baik.



"Bagi saya, fungsinya cukup baik. Bagi saya, menggunakan internet dan hanya telepon, karena saya tidak bermain game. Jadi fungsinya dapat memuaskan kebutuhan saya," kata Xiao kepada CNBC.

Ia menambahkan bahwa model yang lebih baru tidak menawarkan perbedaan yang menarik baginya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading