Internasional

Arab Saudi Dorong Lebih Banyak Perempuan Berkarir

Entrepreneur - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
21 March 2018 07:36
Arab Saudi Dorong Lebih Banyak Perempuan Berkarir
Riyadh, CNBC Indonesia - Arab Saudi telah mengambil langkah besar dalam usahanya untuk menyambut lebih banyak perempuan ke dunia kerja dengan menyelenggarakan forum bisnis perempuan untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu.

Forum Kepemimpinan Perempuan dalam Ekonomi (The Women in Leadership Economic Forum) dengan tema "Mari Berbicara tentang Hari Esok" (Let's Talk About Tomorrow) bertujuan untuk menampilkan pemimpin bisnis perempuan terkemuka di kerajaan itu dan menunjukkan peran penting perempuan dalam mendorong masa depan perekonomian.

Acara yang berlangsung selama dua hari di ibu kota Arab, Riyadh, dihadiri lebih dari 900 pemimpin bisnis dan wirausaha. Acara itu memberikan peluang berjejaring antara laki-laki dan perempuan, praktik yang relatif baru di negara itu.


Halah Alhamrani, pelatih tinju perempuan pertama di Arab dan pendiri Flagboxing (kependekan dari "Fight Like a Girl" boxing) adalah salah satu pembicara di acara itu.

Ia mengatakan optimistis terhadap masa depan peran perempuan di kerajaan Arab dan senang menjadi panutan bagi para perempuan dalam berbisnis.

"Di masa awal perjalanan itu, saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan sebenarnya menginspirasi para perempuan," kata Alhamrani kepada CNBC Make It.

"Melalui praktik saya sendiri, hal ini menjadi misi saya untuk benar-benar menunjukkan apa yang kita bisa. Bahwa perempuan di Arab Saudi sangat mampu, dan kami punya suara," katanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh 300 mahasiswa perempuan yang meskipun menyumbang lebih dari setengah lulusan Arab Saudi, tetap saja masih sulit mendapatkan pekerjaan.

Saat ini, perempuan hanya berkontribusi 22% ke dunia kerja Arab. Negara ini berharap dapat meningkatkan jumlahnya menjadi 30% di tahun 2030.


Target itu adalah bagian dari usaha Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman untuk membentuk kembali perekonomian Arab dan mengurangi ketergantungan perekonomian kerajaan pada pendapatan yang bersumber dari minyak.

Acara tersebut disponsori oleh Saudi Aramco, perusahaan minyak milik negara.

Tahun lalu, Saudi mengumumkan pihaknya akan mencabut larangan perempuan untuk menyetir. Langkah itu rencananya akan diterapkan di bulan Juni. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading