3 Negara Setop Suntik Vaksin Moderna ke Usia Muda, Kenapa?

Tech - Exist In Exist, CNBC Indonesia
09 October 2021 21:35
FILE PHOTO: FILE PHOTO: Vials of coronavirus disease (COVID-19) vaccines of Pfizer-BioNTech and Moderna are seen in the town of Ricany near Prague, Czech Republic, February 25, 2021.  REUTERS/David W Cerny/File Photo/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Finlandia, Denmark, dan Swedia membatasi penggunaan vaksin Covid-19 Moderna pada anak muda karena kekhawatiran seputar efek samping kardiovaskular (gangguan pada jantung dan pembuluh darah) yang langka.

Mengutip CNBC.com, Sabtu (9/10/2021), Otoritas kesehatan nasional Finlandia, THL, mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka akan menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 Moderna pada laki-laki usia muda.

Berbicara pada konferensi pers hari Kamis, Mika Salminen, direktur keamanan kesehatan di THL, mengatakan kemungkinan risiko yang ditimbulkan oleh vaksin Moderna tampaknya lebih tinggi untuk individu pria yang lebih muda.


"Instruksi THL adalah bahwa vaksin Moderna tidak boleh diberikan kepada pria dan anak laki-laki di bawah usia 30 untuk saat ini, tetapi vaksin Pfizer harus digunakan sebagai gantinya," katanya, menurut laporan media lokal.

Keputusan oleh THL seiring dengan pengumuman dari rekan-rekan Swedia dan Denmark pada hari Rabu bahwa keduanya akan membatasi penggunaan vaksin Moderna untuk kategori yang sama. Di Swedia, penggunaan vaksin akan dihentikan pada orang yang lahir pada tahun 1991 atau lebih, sementara Denmark menghentikan suntikan Moderna pada semua orang di bawah usia 18 tahun.

Lalu, apa masalahnya?

Keputusan yang dibuat tiga negara untuk membatasi penggunaan vaksin Moderna ini didasari oleh kekhawatiran terkait kasus miokarditis, suatu kondisi di mana otot jantung meradang. Menurut Reuters, metiga otoritas kesehatan mengutip sebuah studi Nordik yang tidak dipublikasikan dan telah dikirim ke Badan Obat Eropa untuk penilaian.

Dalam kebanyakan kasus, orang dengan miokarditis sembuh tanpa komplikasi, tetapi dalam beberapa kasus yang jarang dan lebih parah, dapat terjadi kerusakan pada jantung. menurut THL Finlandia, Miokarditis kemungkinan besar berkembang pada pria dan anak laki-laki yang lebih muda setelah menerima dosis kedua vaksin Moderna.

Sementara itu, Badan kesehatan Swedia mengatakan data menunjukkan bahwa sampel kasus miokarditis dan perikarditis peradangan pada lapisan luar jantung lebih tinggi di antara orang muda yang telah diimunisasi.

Juru bicara Moderna tidak segera memberikan komentar ketika dihubungi oleh CNBC. Perusahaan mengatakan kepada Reuters bahwa ini adalah kasus yang biasanya ringan dan individu cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan standar dan istirahat.

"Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular COVID-19, dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindunginya," tambah juru bicara itu.

Terlepas dari risiko itu, Salminen dari THL mengingatkan bahwa setiap orang yang memenuhi syarat tetap penting untuk menerima dua dosis vaksin.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading