Pfizer & Moderna Sebut Ini Saatnya Vaksin Booster Covid Kedua

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
21 March 2022 11:40
Botol dengan label vaksin Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna coronavirus disease (COVID-19). (REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna menyatakan sudah waktunya untuk vaksinasi booster Covid-19 kedua. Namun para ahli vaksin merasa hal tersebut belum dibutuhkan.

Diketahui para pembuat obat itu telah mengajukan permintaan untuk dosis keempat vaksin Covid-19, yang diajukan ke Food and Drug Administration (FDA) sejak pekan lalu.

Hal ini lantas menambah perdebatan di antara para ilmuwan tentang apakah dosis vaksin tambahan vaksin diperlukan atau tidak. Dan apakah harus menjadi suntikan baru atau hanya untuk kelompok tertentu saja.


Permintaan booster kedua itu terjadi di tengah tanda-tanda awal bahwa AS dapat segera mengalami gelombang Covid-19 lainnya ketika subvarian omicron, yang dikenal sebagai BA.2, menyebar ke seluruh Eropa dan negara lainnya. Negara-negara tersebut termasuk Chili, Israel dan Swedia, yang juga sudah mengizinkan dosis vaksin keempat untuk orang rentan tertentu.

Pfizer dan BioNTech meminta FDA mengesahkan suntikan booster kedua bagi lansia berusia 65 dan lebih tua. Sementara Moderna meminta lembaga tersebut untuk mengizinkan booster kedua untuk semua orang dewasa, demikian dilansir dari NBC News, Senin (21/3/2022)

CEO Pfizer dan Moderna berpendapat dalam beberapa minggu terakhir bahwa dosis keempat sekarang diperlukan untuk melindungi dari varian Omicron.

Salah satu penelitian, yang diterbitkan pada Februari oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, menemukan bahwa efektivitas vaksin Pfizer dan Moderna terhadap rawat inap menurun dari 91 persen dua bulan setelah suntikan booster awal menjadi 78 persen setelah empat bulan.

Studi lain, menurut Pfizer, menemukan tingkat gejala berat empat kali lebih rendah di antara orang yang sudah menerima dosis booster kedua vaksin, dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima satu suntikan booster.

Kata Para Ilmuwan Soal Vaksin Booster Kedua

Namun demikian, alasan yang dibagikan oleh produsen vaksin tidak terlalu menarik bagi beberapa ilmuwan, kata Dr. Jesse Goodman dari Universitas Georgetown, mantan kepala vaksin FDA.

Goodmann tidak yakin bahwa peningkatan kadar antibodi dari dosis vaksin keempat akan menghasilkan perlindungan yang lebih kuat.

Sebuah studi yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine, menemukan dosis keempat tidak menunjukkan perbedaan substansial dalam tingkat antibodi pelindung terhadap varian omicron, jika dibandingkan dengan dosis ketiga.

Penelitian itu, dari para peneliti di Israel, mengamati lebih dari 800 pekerja kesehatan muda yang sehat.

Tapi memang, ada kemungkinan bahwa dosis tambahan akan diperlukan untuk kelompok tertentu.

"Seperti lansia misalnya, di masa depan, meskipun masih terlalu dini untuk mengatakannya," ungkap Peneliti Vaksin di Universitas Johns Hopkins Anna Durbin.

"Covid kemungkinan akan tetap ada. Kita akan terus mengalami infeksi setiap tahun, sama seperti kita memiliki infeksi flu biasa setiap tahun. Yang seharusnya menjadi indikasi pendorong untuk vaksinasi berulang adalah tingkat keparahan penyakitnya." katanya.

John Moore, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Weill Cornell Medicine, mengatakan ketika FDA dan penasihatnya bertemu, mereka perlu memutuskan jenis perlindungan apa yang diperlukan dari vaksin.

Panel ahli vaksin FDA dari luar, yang dikenal sebagai Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait, dijadwalkan akan bertemu pada minggu pertama April untuk membahas suntikan booster, kata orang yang mengetahui rencana badan tersebut.

"Ini berujung pada perdebatan tentang apa yang kami harapkan dari vaksin," ujar Moore.

"Dua dosis masih melakukan pekerjaan yang sangat bagus untuk mencegah orang sakit parah dan sekarat." pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak Rekomendasi WHO Soal Campur Vaksin Covid Buat Booster


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading