China Buat Vaksin Covid Serupa Pfizer & Moderna, Seampuh Apa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 January 2022 17:35
LEDs shine inside a Christmas tree made of empty vaccine containers at a vaccination center in Bucharest, Romania, Monday, Dec. 6, 2021. Staff at one of the largest COVID-19 vaccination centers in Bucharest, Romania, have built a three meter tall Christmas tree out of 19 thousand empty vaccine COVID-19 containers, some with colored LEDs placed inside them, they collected since March 2021 for the project. (AP Photo/Andreea Alexandru)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Covid-19 pertama dengan platform mRNA seperti bikinan Pfizer dan Moderna telah mengeluarkan data uji klinis tahap pertama. Terungkap vaksin tersebut memicu respon imun 95% pada penerima tanpa reaksi parah.

Vaksin ARCoV ini dikembangkan oleh Walvax Biotechnology, Suzhou Abogen Bioscience dan the PLA Academy of Military Science.

Uji klinis tahap pertama dilakukan di Rumah Sakit Shulan di Hangzhou provinsi Zhejiang China timur. Ini dilakukan untuk menilai keamanan awal, toleransi, dan imunogenositas suntikan.


Uji coba dilakukan antara 30 Oktober dan 2 Desember 2020 dengan jumlah 120 orang berusia 18-59 tahun. Mereka secara acak menerima suntikan vaksin atau plasebo.

Para peserta dibagi jadi beberapa kelompok dengan dosis vaksin berbeda yakni sekitar 5 mikrogam (mcg) dan 25 mcg. Dosis kedua diberikan setelah 28 hari dengan jumlah 118 peserta.

Ditemukan antibodi penetral antara 80%-95% pada peserta yang menerima dua dosis, bervariasi dengan dosis yang diterima. Pada penerima dosis 20 mcg menunjukkan tingkat antibodi tertinggi 95%, dikutip The Strait Times, Rabu (26/1/2022).

Hasil pengujian juga melaporkan tidak ada efek samping parah, namun kebanyakan dari peserta mengalami reaksi ringan.

Pada 70% orang yang menerima dosis 15mcg melaporkan sakit di tempat suntikan. Sementara 90% diantara peserta menyatakan mengalami demam.

Teknologi mRNA digunakan untuk mengirimkan sedikit kode genetik ke sel. Ini mengajarkan sel membuat protein untuk memicu respon imun pada virus corona.

Vaksin mRNA saat ini dikembangkan Pfizer-BioNTech dan lainnya oleh Moderna. Seluruh vaksin itu mengungguli jenis lain dalam uji klinis. Sementara itu China memang belum menyetujui penggunaan vaksin mRNA untuk penggunaan umum.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pengguna Vaksin Ini Diajurkan Pakai Booster Pfizer & Moderna


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading