Ramalan Bos BCA: Cuman Ada 3 Bank Digital Besar di RI

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 August 2021 08:35
Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja dalam acara VIP Forum bertajuk

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu terakhir, memang banyak bermunculan bank digital di Indonesia. Namun ternyata menurut prediksi Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja hanya akan ada tiga bank digital besar di tanah air.

Ucapan ini berdasarkan sejarah bank yang terjadi di Indonesia. Pada tahun 1990, jumlahnya sempat mencapai 200an bank.

Namun itu berbeda dengan saat ini, yaitu hanya 7-8 bank besar dengan 60-7% market share. Itu juga yang membuatnya berpikir hanya akan ada tiga bank digital yang mampu lanjut.


"Awal tahun 1990, kita punya 200 bank lebih, apa yang terjadi 1998, secara alam terfilterisasi, sehingga sekarang mungkin bank-bank besar 7-8 bank sudah menguasai sekitar 60-70% dari market share. Jadi, bank digital juga demikian saya pikir, hanya tiga yang punya kemampuan untuk berlanjut," jelasnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia di program Money Talks, dikutip Jumat (13/8/2021).

Di beberapa negara di dunia juga hanya akan menghasilkan sedikit bank digital saja. Salah satunya Korea Selatan dengan hanya memiliki satu bank digital dengan memiliki keuntungan yaitu KakaoBank.

"Di Jepang ada Rakuten, income perkapita tinggi sekali tapi hanya ada 1-2 bank yang berhasil. Thailand, ada satu. Artinya, di setiap negara, at the end of the day (pada akhirnya), itu enggak akan lebih dari tiga, menurut saya," kata Jahja.

Dia menuturkan tren bank digital adalah keniscayaan, termasuk karena ada perubahan gaya hidup generasi muda. Para anak muda ini menginginkan adanya layanan perbankan yang mudah dan instan dan membuat sejumlah bank digital muncul di Indonesia.

BCA juga mendirikan bank digitalnya sendiri yang memiliki fokus segmen anak muda. Sementara itu, bank digital BCA juga berencana melantai di bursa dengan begitu harus teruji fundamentalnya agar menarik untuk investor.

"Namanya investasi dalam saham, ini bicara jangka panjang, enggak bicara sebulan-dua bulan, setahun dua tahun, tapi akan forever (selamanya). Nah, ujung-ujungnya kalau sudah forever, ya performance (kinerja)" kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading