Tantangan Bank Digital & Ramalan 'Tiga Raksasa' Bos BCA

Tech - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
16 August 2021 07:25
[THUMB] Nasib Digital Banking di Masa Depan

Jakarta CNBC Indonesia - Lanskap bank digital diyakini kian mengerucut dalam tren konsolidasi dan konsentrasi penguasaan pangsa pasar meski pandemi mengakselerasi masyarakat untuk bermigrasi ke layanan keuangan tanpa kehadiran fisik tersebut. Namun, perkembangan di negara maju justru menyatakan ada tantangan lain yang lebih serius.

Adalah Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja yang baru-baru ini memantik perbincangan mengenai arah perkembangan industri perbankan digital. Meski secara tegas dia mengakui bahwa tren menuju digital tidak terelakkan, dia meyakini hanya akan ada tiga bank digital besar di Tanah Air.

Argumen tersebut dibangun dengan mengacu pada sejarah perbankan di Indonesia, di mana jumlah bank sempat mencapai 200-an pada tahun 1990. Namun kini, hanya ada 7-8 bank besar yang menguasai 60-70% market share.


"Apa yang terjadi pada 1998? Secara alam terfilterisasi, sehingga sekarang mungkin bank-bank besar 7-8 bank sudah menguasai sekitar 60-70% dari market share. Jadi, bank digital juga demikian saya pikir, hanya tiga yang punya kemampuan untuk berlanjut," tuturnya kepada CNBC Indonesia dalam program Money Talks, pada Jumat (13/8/2021).

Dia kemudian memberikan contoh fenomena bank digital yang terjadi di beberapa negara. Salah satunya Korea Selatan yang saat ini hanya memiliki satu bank digital dan sudah bisa menghasilkan keuntungan, yaitu KakaoBank.

"Di Jepang ada Rakuten, income perkapita tinggi sekali tapi hanya ada 1-2 bank yang berhasil. Thailand, ada satu. Artinya, di setiap negara, at the end of the day, itu enggak akan lebih dari tiga, menurut saya," kata Jahja.

Dalam satu hal, Jahja benar ketika menyebutkan bahwa pemain bank digital saat ini memang banyak-meski tidak sampai ratusan (seperti jumlah bank konvensional di era 1990-an). Menurut data Neobank.app, ada lebih dari 200 bank digital yang beroperasi di seluruh dunia.

Jumlah terbanyak ada di Eropa, yakni sebesar 75 bank, diikuti Amerika Serikat (AS) sebanyak 58 bank, dan baru kemudian Asia Pasifik dengan jumlah 42 bank digital. Afrika dan Timur Tengah berada di posisi buncit dengan jumlah 13 bank digital.

Di Indonesia, bank digital jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari meski banyak bank (terutama buku dua) yang menyatakan niat dan rencana bertransformasi menjadi bank digital. Salah satu bank digital tersebut adalah Bank Digital BCA dengan nama merek 'blu'.

Sejauh ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproses izin operasi bank digital murni untuk tujuh bank (lihat di tabel, yang dicetak biru), sementara sisanya baru membangun layanan digital inovatif, atau bekerja sama dengan startup (perusahaan rintisan digital), dan menjajaki peralihan menjadi bank digital murni.

Tumbuh Pasca-Kejatuhan Lehman Brothers
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading