Internasional

Vaksin Pfizer Dilaporkan Cuma Ampuh 39% Lawan Varian Delta

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 July 2021 07:39
Five doses of the COVID-19 vaccine is held by Spc. Angel Laureano, Monday, Dec. 14, 2020, at the Walter Reed National Military Medical Center in Bethesda Md. (AP Photo/Manuel Balce Ceneta, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan Israel mengatakan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech hanya efektif 39% melawan virus corona varian delta di negara tersebut. Meski begitu, vaksin ini tetap bisa memberikan perlindungan yang kuat terhadap gejala parah.

Angka kemanjuran vaksin tersebut turun dari perkiraan sebelumnya 64% dua minggu lalu. Israel sebelumnya melakukan penelitian yang didasarkan pada jumlah orang yang tidak ditentukan antara 20 Juni dan 17 Juli lalu.


Laporan Israel ini bertentangan dengan data dari Inggris yang menemukan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech 88% efektif terhadap varian corona, sebagaimana dilansir dari CNBC International.

Menurut data yang diterbitkan Kamis (22/7/2021), vaksin dua dosis Pfizer-BioNTech masih bekerja sangat baik dalam mencegah orang sakit parah, menunjukkan efektivitas 88% terhadap rawat inap dan efektivitas 91% terhadap penyakit parah.

Laporan dari Israel kemungkinan akan memperkuat argumen dari produsen obat bahwa orang pada akhirnya perlu mendapatkan suntikan vaksin penguat untuk melindungi dari varian baru virus corona.

Awal Juli 2021, Pfizer mengatakan kekebalan dari vaksin dua dosisnya mulai berkurang, dan sekarang berencana untuk meminta izin dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat untuk dosis booster.

Namun, pejabat federal mengatakan orang Amerika yang divaksinasi penuh tidak memerlukan suntikan tambahan saat ini.

Dalam sebuah pernyataan, Pfizer mengatakan tetap yakin rejimen dua dosisnya melindungi terhadap virus corona dan varian-varian barunya. Dikatakan dosis ketiga mungkin membantu setelah analisis dari studi fase tiga menunjukkan penurunan kemanjuran terhadap infeksi simtomatik setelah empat sampai enam bulan.

"Data awal dari dosis ketiga dari vaksin saat ini menunjukkan bahwa dosis booster yang diberikan setidaknya 6 bulan setelah dosis kedua menghasilkan titer netralisasi yang tinggi terhadap tipe liar dan Beta, yang 5 hingga 10 kali lebih tinggi daripada setelah dua dosis utama," kata Pfizer.

Varian delta kini sudah ada di lebih dari 104 negara. Israel sendiri kini tercatat memiliki lebih dari 859 ribu kasus infeksi dan lebih dari 6 ribu kematian, menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading