Awas Tertipu! Vaksin Covid-19 Mulai Beredar di Pasar

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 April 2021 19:57
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kesulitan sejumlah negara mendapatkan vaksin, masih ada yang memanfaatkannya dengan mengedarkan vaksin palsu. Vaksin tersebut menjelma sebagai vaksin Pfizer dan ditemukan di dua negara, Meksiko dan Polandia.

Vaksin palsu itu dijual dengan harga yang tak murah, satu suntikan US$2500 atau Rp36,3 jutaan. Pejabat dan juga pembuat obat di AS telah mengkonfirmasi masalah ini.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan sebuah klinik di Meksiko ada 80 orang yang menerima vaksin palsu itu. Vaksin dideteksi tidak berbahaya dan pastinya tidak ada perlindungan untuk penyakit bagi penerimanya.


"Produk ditemukan tidak memiliki dampak," kata Juru Bicara pemerintah Meksiko untuk Covid-19, Hugo Lopez-Gatell, , dikutip AFP, Kamis (22/4/2021).

Penjualan vaksin itu ditemukan di jejaring sosial. Untuk menyempurnakan kejahatannya, vaksin palsu ditempelkan nomor lot palsu dan tanggal kadaluwarsa.

Di Polandia, botol vaksin palsu telah disita. Di dalamnya mengandung krim anti kerutan.

Juru Bicara Pfizer telah angkat bicara mengenai masalah vaksin palsu. Kepada ABC News, akan ada kemudahan untuk penipuan dengan kemudahan yang diciptakan di dunia maya.

"Kami menyadari pada lingkungan ini, didorong dengan kemudahan dan kenyamanan e-commerce dan anonimitas oleh internet, akan ada peningkatan penipuan, pemalsuan dan dan aktivitas ilegal terkait vaksin dan perawatan Covid-19," jelas pihak Pfizer.

Peringatan soal vaksin palsu sebenarnya sudah dikeluarkan oleh otoritas kesehatan negara bagian Nuevo Leon, Meksiko Utara. Saat itu masyarakat diperingatkan mengenai penjualan rahasia dari yang diduga vaksin Covid-19 dan mendesak masyarakat tidak menggunakannya.

Maret lalu, WHO juga mengeluarkan peringatan vaksin palsu Pfizer yang ditemukan di Meksiko. Badan itu juga mengatakan vaksin mungkin masih beredar di wilayah tersebut.

Meksiko juga melakukan pemeriksaan pada 6000 dosis yang diklaim dari Sputnik Rusia. Vaksin itu disita pada pesawat pribadi menuju Honduras pada MAret lalu.



[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading