Ambyar! Investor Kripto 'Rugi' Rp 11.140 Triliun Sepekan

Tech - Tim, CNBC Indonesia
24 May 2021 10:25
Infografis/Jangan Asal Beli, kenali Dulu 3 Mata Uang Kripto yang sedang Booming/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk, kebijakan baru Xi Jinping dan Joe Biden menjadi sentimen negatif yang menekan harga cryptocurrency (uang kripto). Hal ini membuat harga Bitcoin dan sejenisnya anjlok dalam.

Mengutip Coingecko, Dalam sepekan terakhir kapitalisasi pasar uang kripto mengaup US$779 miliar atau setara Rp 11.140 triliun (asumsi Rp 14.300/US$). Bila pada 17 Mei lalu kapitalisasi pasar uang kripto tembus US$2,246 triliun maka pada hari ini (24/5/2021) turun menjadi US$1,467 triliun.

Tekanan yang besar ini membuat harga uang kripto turun dalam dalam sepekan. Harga Bitcoin anjlok 20,94%, Ethereum turun 37,17%, Cardano ambles 37,48%, Binance Coin turun 50,61%, dan Dogecoin anjlok 39,24%, seperti dikutip Senin (24/5/2021).


Pada awal pekan ini, investor kripto terkejut dengan pengumuman Elon Musk yang menyebut Tesla menghentikan pembelian mobil listrik menggunakan Bitcoin dengan alasan meningkatkan aktivitas penambangan (mining) dengan menggunakan bahan bakar fosil.

Ia berusaha menenangkan para investor dengan menyebut Tesla masih percaya pada uang kripto dan akan tetap mempertahankan Bitcoin milik perusahaan. Namun penjelasan ini tak berhasil mengangkat harga Bitcoin.

Pada Rabu pekan lalu, pukulan telak datang lagi. China melarang lembaga keuangan dan fintech pembayaran seperti Alipay dan WeChat Pay memfasilitasi transaksi keuangan aset kripto. Ini melengkapi aturan pada 2017 yang melarang penawaran koin perdana (ICO) dan menutup perdagangan semua platform jual beli cryptocurrency.

Jumat lalu, Kementerian Keuangan AS meluncurkan aturan yang mewajibkan transfer aset kripto bernilai US$10.000 ke atas harus dilaporkan ke Internal Revenue Services. Aturan ini bertujuan untuk menghentikan aktivitas ilegal termasuk penggelapan pajak di uang kripto. Warga AS masih bisa bertransaksi cryptocurrency.

"Langkah China melarang bank dan lembaga keuangan menawarkan layanan kepada perusahaan uang kripto akan berdampak pada penurunan harga kripto dan kapitalisasi pasar dalam jangka pendek," ujar Sharat Chandra, ahli Blockchain dari IET Future Tech Panel, seperti dilansir dari Financial Express.

"Namun saat ini harga altcoin dan koin meme sedang meningkat dan meninggalkan Bitcoin. Tidak lama kemudian hiruk-pikuk tentang koin meme akan sirna."

"Harga Ethereum diprediksi akan meningkat seiring dengan nilai yang mereka berikandalam pembayaran, sistem bank sentra dan perusahaan besar sedangkan harga Bitcoin akan terus volatil dalam jangka pendek."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading