Jualan Vaksin Covid-19, AstraZeneca Cuan Rp 3,9 Triliun

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 April 2021 19:23
(AP Photo/Kirsty Wigglesworth/FILE)

Jakarta, CNBC Indonesia - AstraZeneca membuka hasil penjualan vaksin yang mencapai US$275 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun hanya pada tiga bulan pertama saja.

AstraZeneca menjadi yang pertama mengungkapkan jumlah penjualan vaksin Covid-19. Selain itu perusahaan juga mengungkapkan laporan keuangan lainnya.

Laba bersihnya mencapai dua kali lipat di kuartal pertama yakni US$1,56 miliar (Rp22,5 triliun). Sementara tahun sebelumnya hanya berada di angka US$780 juta atau Rp 11,2 triliun


Pendapatannya melonjak 15% atau 11% dengan nilai tukar konstan. Jumlahnya mencapai US$7,32 miliar atau Rp105,7 triliun, dikutip dari AFP, Jumat (30/4/2021).

Jumlah tersebut tak termasuk pada suntikan Covid-19, pendapatan naik 11% atau 7% dengan nilai yang konstan menjadi US$7,045 miliar (Rp 101,8 triliun).

Hasil ini, dikatakan AstraZeneca didorong oleh penjualan obat kanker baru yang kuat. Namun perusahaan mengingatkan pandemi dapat berdampak kepada diagnosis dan konsisi pengobatan selain Covid-19.

Chief Executive, Pascal Soriot, menyebutkan obat baru berkontribusi pada setengah pendapatan. Selain itu seluruh daerah memberikan pertumbuhan yang baik.

"Kinerja ini memastikan seperempat pendapatan dan perkembangan laba, profitabilitas yang berkelanjutan, dan arus kas, walau pandemi berdampak negatif pada diagnosis dan pengobatan di banyak kondisi," kata Pascal.

Selain pendapatannya yang menggembirakan, perjalanan AstraZeneca beberapa waktu terakhir menemui banyak masalah. Misalnya ada temuan pembekuan darah pada orang yang menerima suntikan vaksin AstraZeneca.

AstraZeneca juga harus menghadapi tuntutan hukum dari Uni Eropa. Otoritas setempat menuding perusahaan melakukan pelanggaran perjanjian dan di sisi lain AstraZeneca menolak dan mengatakan akan melakukan pembelaan diri di pengadilan.

Pada April, AstraZeneca mengatakan mengirimkan 50 juta dosis vaksin ke Eropa. Jumlah yang lebih rendah dibandingkan yang harusnya diterima Brussel.

Uni Eropa mengatakan AstraZeneca hanya memberikan sepertiga dari 300 juta dosis yang dijanjikan pada Juni mendatang. Sidang keduanya akan dilakukan di pengadilan Belgia pada 26 Mei 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading