Bisakah Bitcoin Gantikan Dolar AS, Rupiah Hingga Euro?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 April 2021 10:05
FILE PHOTO: Bitcoin (virtual currency) coins placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, are seen in this illustration picture, November 6, 2017.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pendukung fanatik Bitcoin percaya bahwa uang kripto paling populer ini akan menjadi mata uang yang diterima secara luas di masa depan. Bahkan Bitcoin dianggap akan bersaing dengan uang resmi seperti dolar AS, rupiah, hingga Euro. Benarkah?

Bitcoin disebut sebagai uang digital terdesentralisasi (tidak dikontrol bank sentral) tanpa perantara seperti bank. Bitcoin digambarkan lebih efisien dan lebih murah dalam transaksinya, transparan dan tidak bisa dipalsukan.

Namun bagi Ekonom Belanda yang menjalankan situs Digiconomist, Alex de Vries, Bitcoin telah gagal sebagai alat untuk membeli barang dan jasa. Ketidakstabilan harga yang ekstrem menjadi penyebabnya.


"Satu-satunya 'kasus penggunaan' yang tersisa dari Bitcoin adalah berharap nilainya naik dan seseorang membayar Anda lebih dari biaya yang Anda bayarkan," ujar Alex de Vries seperti dihimpun dari Fortune, Rabu (28/4/2021).

Volatilitas harga Bitcoin memang cukup ekstrem. Misalnya pada 14 April lalu harga Bitcoin sempat menyentuh US$64.000-an per koin, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa ini harganya turun dan pada 23 April Bitcoin dihargai US$49.700-an.

Prosesnya juga semakin mahal karena transaksi yang membengkak atau daya komputasi menjadi offline. Alex menyebutkan pada tahun ini biaya per transaksinya antara US$16-20, namun pernah mencapai US$30 pada Februari dan US$59 saat 23 April kemarin karena banjir di tambang batu bara China menyebabkan daya komputasi menghilang.

Selain itu kinerjanya juga buruk untuk dilakukan sebagai pembayaran. Misalnya membayar US$100 di toko bahan makanan dengan Bitcoin, akan membutuhkan satu jam untuk menerima konfirmasi dan ada resiko perubahan harga selama itu.

"Harga Bitcoin bisa turun 10% dalam satu jam, menyebabkan kerugian pada riteler. Dan konsumer membayar biaya pemrosesan US$20 atau lebih," kata dia.

Hal inilah yang disadari oleh PayPal. Platform digital ini telah mengizinkan penggunanya membayar belanjaan dengan Bitcoin di mitra merchant. Setelahnya PayPal akan mengkonversi Bitcoin yang dibelanjakan menjadi uang resmi seperti dolar AS dan diserahkan kepada merchant. Ini untuk menghindari risiko naik turun harga Bitcoin yang ekstrem di sisi merchant.

Menurut Alex Bitcoin cocok digunakan untuk alat pembayaran barang mewah seperti karya seniNFT atau membeli mobil listrik Tesla "sangat mahal dan tidak ramah pengalaman pengguna".


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading