Jangan Kaget! Seperti Ini Gambaran Masa Depan Uang Kripto

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
27 April 2021 15:07
FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang kripto saat ini didominasi oleh Bitcoin. Namun di masa depan kemungkinan kita tak lagi berbicara mengenai hal tersebut namun bergeser pada stablecoin yang membuat adopsi luas pada pasar aset kripto.

Ini merupakan pernyataan dari Sean Stein Smith, profesor City University of New York -Lehman Collage dalam opininya di Forbes, seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (27/4/2021).

Sebagai informasi, stablecoin adalah cryptocurrency yang didukung, ditambahkan atau didukung oleh aset yang mendasarinya. Stablecoin bisa dikaitkan dengan mata uang resmi seperti dolar AS, Euro atau Poundsterling untuk menstabilkan harga mata uang kripto.


Salah satu contoh dari adaptasi ini adalah yang dilakukan Visa Inc. Perusahaan mengumumkan kebijakan yang membuat pengguna cryptocurrency mengaitkannya dengan dolar AS atau USDC yang merupakan mata uang kripto stablecoin.

Terdapat sejumlah alasan stablecoin mengambil kendali Bitcoin sebagai kekuatan pendorong implementasi dan adopsi kripto. Pertama adalah volatilitas yang rendah dengan stablecoin menjadi manfaat utama untuk terus menarik minat baik individual dan institusi.

Stabilitas nilai tukar berguna bagi pemegangnya maupun mereka yang mencoba mengintegrasikan Bitcoin dan uang kripto lainnya dalam sistem keuangan yang lebih luas.

Lantas bagaimana dengan Bitcoin? Menurut Sean Stein Smith uang kripto ini tidak akan menjadi alat pembayaran tetapi sebagai alat investasi yang memimpin dalam kapitalisasi pasar, dan pencipta kesadaran investor.

Kedua, kreativitas kripto, ada kasus menarik dari kripto dan blockchain. Stablecoin akan terlihat lebih seperti fondasi kreatif dari aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) karena opsi volatilitas rendah.

Ketiga, mari mengingat ide asli Bitcoin yang diciptakan untuk sistem pembayaran desentralisasi dan terdistribusi. Sayangnya cita-cita itu belum terjadi.

Di sisi lain, saat ini bermunculan kripto alternatif yang dibuat dari stablecoin. Agar berfungsi efektif, kripto harus likuid, memiliki volatilitas rendah, dan terintergasi dengan lembaga yang mapan.

Perkembangan ini bahkan tak pernah terbayangkan beberapa tahun lalu. Masa depan stablecoin di pasar kripto nampaknya sangat cerah nantinya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Apa Itu Blockchain, Teknologi di Balik Bitcoin & Aset Kripto


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading