4 Negara Ini Disebut Surga Uang Kripto & Bitcoin, RI Masuk?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 April 2021 10:05
FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Uang kripto atau cryptocurrency lagi booming. Banyak orang yang mulai berinvestasi di aset digital ini. Namun hanya beberapa negara saja yang bisa disebut sebagai surganya Bitcoin Cs karena memiliki tingkat adopsi yang tinggi.

Di Afrika misalnya, dari 74 negara yang mengikuti survey Statista Global Consumer, banyak masyarakat Nigeria yang mungkin memiliki atau menggunakan cryptocurrency. Hampir sepertiga orang Nigeria mengatakan hal tersebut, dikutip Weforum (World Economic Forum), Senin (26/4/2021).

Penyebabnya adalah biaya pengiriman uang lintas wilayah sangat tinggi di sana. Banyak warga Nigeria yang memiliki mata uang kripto di bursa yang melayani pekerja luar negeri dan keluarganya.


Selain itu di sana juga banyak yang menggunakan ponselnya untuk mengirimkan uang atau melakukan pembayaran. Terbaru, sejumlah bisnis di Nigeria menambahkan kripto pada pilihan pembayaran ponselnya.

Selain Nigeria, ada Vietnam dan Fillipina. Alasan penggunaan yang tinggi juga karena biaya pengiriman uang tersebut.

Laporan Bitcoin.com, bank sentral Fillipina telah menyetujui beberapa bursa kripto untuk beroperasi sebagai perusahaan transfer dan pengiriman uang. Pemerintah juga telah mendirikan aplikasi Blockchain yakni bonds.ph sebagai peranan lebih lanjut soal kripto.

Aplikasi merupakan hasil kerja sama dengan Unionbank untuk mendistribusikan obligasi pemerintah. Unionbanks juga telah memasang ATM Bitcoin di Metro Manila, Makati.

Sementara di daratan Amerika Latin, ada Peru yang menjadi surga bagi pengguna Bitcoin Cs. Terdapat 16% responden yang memilih negara itu, sedangkan negara tetangganya Brasil, Kolombia, Argentina, Meksiko dan Chili mencapai dua digit.

Di Eropa, ada Swiss dengan negara adopsi kripto tertinggi. Selain itu ada Yunani yang juga mendapatkan 11% responden.

Lalu diantara negara dunia ada juga wilayah yang adopsi mata uang kriptonya terendah. Beberapa diantaranya, sejumlah negara di Eropa dan juga Jepang.

Hanya 4% dari responden yang menyebutkan memiliki pengalaman dengan produk kripto. Jepang berbagi tempat yang sama dengan Denmark dalam survey itu.

Berikut hasil survey Statista tentang pengguna atau pemilik cryptocurrency yang dilakukan pada 2020. Survei ini dilakukan dengan melihatkan 1.000 hingga 4.000 responden per negara:

  • Nigeria 32%
  • Vietnam 21%
  • Filipina 20%
  • Turki 16%
  • Peru 16%
  • Swiss 11%
  • China 7%
  • Amerika Serikat (AS) 6%
  • Jerman 5%
  • Jepang 4%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wahai Investor Latah, Maaf.. Sudah Rugi Berapa di Bitcoin?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading