Ada Warning Bahaya Lagi Soal Bitcoin, Investor Wajib Tahu!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 April 2021 10:05
Bitcoin

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bitcoin yang tidak kembali ke level US$60.000 per koin atau setara Rp 870 juta (asumsi Rp 14.500/US$) akan berarti buruk bagi investor uang kripto populer ini. Sinyal momentumnya akan kolaps.

Kekhawatiran ini diungkapkan oleh analis JPMorgan Chase & Co Nikolaos Panigirtzoglou dalam catatannya yang dipublikasikan Selasa (20/4/2021), dan dilansir CNBC Indonesia dari Fortune, Kamis (22/4/2021).

"Selama beberapa hari terakhir pasar Berjangka Bitcoin mengalami likuiditas tajam yang sama seperti pertengahan Februari lalu, pertengahan Januari atau akhir November," ujar Nikolaos Panigirtzoglou.


"Sinyal momentum secara alami akan menurun secara bertahap dari sini selama beberapa bulan, mengingat level mereka yang masih tinggi."

JPMorgan mencatat, dalam tiga contoh sebelum, dorongan aliran dana masuk yang cukup kuat membuat Bitcoin berhasil menembus level harga psikologis baru dengan cepat, menjadi momentum para trader dan investor untuk mengambil posisi.

"Apakah kita melihat pengulangan dari sebelumnya masih harus dilihat," ujarnya.

Namun kemungkinan untuk terjadi lagi sangat rendah karena momentum secara bertahap menurun dan akan lebih sulit untuk dibalikkan. JPMorgan juga menyebutkan aliran dana ke Bitcoin juga terlihat lebih lemah.

Mengutip Coindesk, harga tertinggi sepanjang masa Bitcoin berasal di level US$64.829 per koin yang dicatatkan pada 16 April 2021. Setelah itu harga Bitcoin terus turun dari level tertinggi itu.

Tercatat sejak 18 April hingga hari ini harga Bitcoin berada di bawah US$60.000 per koin. Tertahan di level US$53.000 hingga US$57.000.

Pada Perdagangan hari ini pukul 10.02 WIB, Bitcoin di harga US$53,884 per koin atau menurun 4,62% dibandingkan sehari sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading